Ini Saran Meminjam Uang Dari Teman atau Keluarga

Ini Saran Meminjam Uang Dari Teman atau Keluarga

20/08/2019
AUTHOR : RAINER MICHAEL EMANUEL

Terkadang saat kondisi finansial Anda sedang terdesak, banyak yang memilih untuk meminta bantuan pada saudara dan teman sebagai jalan keluar. Meski ini bukan lagi menjadi hal yang tabu, tapi tak jarang situasi ini bisa merusak hubungan Anda dengan teman atau saudara. Terlebih lagi ketika proses pinjam atau mengembalikan uang mengalami kendala. Untuk mengatasi hal-hal seperti ini, Anda sebagai peminjam harus bisa terlebih dahulu meyakinkan pemberi pinjaman, jika bantuan yang mereka berikan akan diganti sesegera mungkin dan sesuai perjanjian. Selain itu lakukan berbagai hal berikut untuk membuat proses pinjam menjadi tetap profesional tanpa merusak hubungan yang sudah terjalin :

Pikirkan Tujuan Meminjam dan Kesanggupan Anda Membayar

Hal pertama yang harus dipikirkan saat hendak meminjam uang pada teman atau keluarga adalah tujuan dan kesanggupan Anda untuk mengembalikannya. Pastikan tujuan Anda meminjam uang memang layak dan terbilang wajar. Jika Anda meminjam uang untuk hal lain yang bersifat konsumerisme dan membuang-buang uang, tentu hal ini terasa kurang layak hingga bisa membuat pihak peminjam merasa enggan atau bahkan harus berpikir ulang sebelum memberikannya.

Dan yang terpenting, pastikan Anda yakin untuk bisa mengembalikan uang yang dipinjam. Jangan mengorbankan hubungan yang sudah terjalin begitu lama dengan meminjam uang, tetapi Anda sendiri sebenarnya merasa tidak yakin atau bahkan berniat untuk mengembalikan uang di masa depan. Jangan juga mengandalkan hubungan kedekatan sebagai pemakluman bahwa si peminjam akan memberi kelonggaran dalam proses pengembalian. Cobalah menjadi profesional dalam hal meminjam uang, karena uang bisa menjadi masalah yang sangat sensitive.

Buat Perjanjian Pembayaran Yang Jelas

Buat persyaratan dan cara pembayaran uang dengan jelas. Karena uang merupakan hal yang sangat sensitif, saat memilih untuk menyisipkan hal ini dalam hubungan keluarga dan teman sebaiknya lakukan dengan sikap profesional. Buatlah rencana untuk mulai dari kapan Anda akan membayar, berapa besar angsuran biaya yang akan dibayarkan, serta sistem pembayaran apa yang Anda pilih. Dengan memberi kejelasan mengenai hal ini, sang peminjam akan melihat keseriusan Anda bahkan dapat membantu meningkatkan kepercayaan mereka.

Jangan meminjam uang hanya dengan perjanjian lisan seperti Anda akan membayar sesegera mungkin, atau akan membayar saat sudah mampu mengembalikannya. Karena menurut sebuah survey, umumnya tiga perempat orang yang meminjam uang dari keluarga dan teman tidak pernah mengembalikan uang secara penuh.

Siapkan Rencana Cadangan Jika Proses Pengembalian Berjalan Dengan Buruk

Selalu ada kemungkinan di mana proses pembayaran mengalami kendala atau bahkan terlambat dari waktu yang sudah disepakati bersama. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal ini, Anda perlu terlebih dahulu mempersiapkan rencana cadangan. Seperti menggadaikan barang berharga yang dimiliki kepada peminjam, untuk mengantisipasi jika tidak bisa mengembalikan uang sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Buat Perjanjian Tertulis

Hal ini penting dilakukan untuk menghindari konflik yang mungkin saja dapat terjadi di kemudian hari. Surat perjanjian yang telah disepakati akan menjadi bukti untuk menghindari pertengkaran dan membuat Anda berdua selalu bertindak sesuai dengan isi perjanjian yang telah dibuat Bersama-sama. Selain itu dengan adanya perjanjian tertulis, Anda pun akan lebih serius untuk bisa segera mengembalikan uang yang dipinjam.

Tetap Menjaga Hubungan Baik

Terkadang masalah pinjam meminjam uang bisa membuat hubungan menjadi canggung dan kaku. Namun Anda tidak perlu mengubah sikap pada teman dan keluarga yang memberikan pinjaman uang kepada Anda. Tetaplah menjalin hubungan yang baik dan tak perlu membahas mengenai hal ini saat sedang berkumpul dengan teman-teman yang lain. Mengingat Anda sudah melakukan perjanjian tertulis secara profesional, tentu rasa kepercayaan yang dibangun tidak akan mengubah pandangan Anda dengan si peminjam begitu pula sebaliknya.

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.