Ini Saran Meminjam Uang Dari Teman atau Keluarga | Finmas - Sahabat Finansial Indonesia
Ini Saran Meminjam Uang Dari Teman atau Keluarga

Ini Saran Meminjam Uang Dari Teman atau Keluarga

13/08/2019
AUTHOR : RAINER MICHAEL EMANUEL

Terkadang saat kondisi finansial Anda sedang terdesak, banyak yang memilih untuk meminta bantuan pada saudara dan teman sebagai jalan keluar. Meski ini bukan lagi menjadi hal yang tabu, tapi tak jarang situasi ini bisa merusak hubungan Anda dengan teman atau saudara. Terlebih lagi ketika proses pinjam atau mengembalikan uang mengalami kendala. Untuk mengatasi hal-hal seperti ini, Anda sebagai peminjam harus bisa terlebih dahulu meyakinkan pemberi pinjaman, jika bantuan yang mereka berikan akan diganti sesegera mungkin dan sesuai perjanjian. Selain itu lakukan berbagai hal berikut untuk membuat proses pinjam menjadi tetap profesional tanpa merusak hubungan yang sudah terjalin :

Pikirkan Tujuan Meminjam dan Kesanggupan Anda Membayar

Hal pertama yang harus dipikirkan saat hendak meminjam uang pada teman atau keluarga adalah tujuan dan kesanggupan Anda untuk mengembalikannya. Pastikan tujuan Anda meminjam uang memang layak dan terbilang wajar. Jika Anda meminjam uang untuk hal lain yang bersifat konsumerisme dan membuang-buang uang, tentu hal ini terasa kurang layak hingga bisa membuat pihak peminjam merasa enggan atau bahkan harus berpikir ulang sebelum memberikannya.

Dan yang terpenting, pastikan Anda yakin untuk bisa mengembalikan uang yang dipinjam. Jangan mengorbankan hubungan yang sudah terjalin begitu lama dengan meminjam uang, tetapi Anda sendiri sebenarnya merasa tidak yakin atau bahkan berniat untuk mengembalikan uang di masa depan. Jangan juga mengandalkan hubungan kedekatan sebagai pemakluman bahwa si peminjam akan memberi kelonggaran dalam proses pengembalian. Cobalah menjadi profesional dalam hal meminjam uang, karena uang bisa menjadi masalah yang sangat sensitive.

Buat Perjanjian Pembayaran Yang Jelas

Buat persyaratan dan cara pembayaran uang dengan jelas. Karena uang merupakan hal yang sangat sensitif, saat memilih untuk menyisipkan hal ini dalam hubungan keluarga dan teman sebaiknya lakukan dengan sikap profesional. Buatlah rencana untuk mulai dari kapan Anda akan membayar, berapa besar angsuran biaya yang akan dibayarkan, serta sistem pembayaran apa yang Anda pilih. Dengan memberi kejelasan mengenai hal ini, sang peminjam akan melihat keseriusan Anda bahkan dapat membantu meningkatkan kepercayaan mereka.

Jangan meminjam uang hanya dengan perjanjian lisan seperti Anda akan membayar sesegera mungkin, atau akan membayar saat sudah mampu mengembalikannya. Karena menurut sebuah survey, umumnya tiga perempat orang yang meminjam uang dari keluarga dan teman tidak pernah mengembalikan uang secara penuh.

Siapkan Rencana Cadangan Jika Proses Pengembalian Berjalan Dengan Buruk

Selalu ada kemungkinan di mana proses pembayaran mengalami kendala atau bahkan terlambat dari waktu yang sudah disepakati bersama. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal ini, Anda perlu terlebih dahulu mempersiapkan rencana cadangan. Seperti menggadaikan barang berharga yang dimiliki kepada peminjam, untuk mengantisipasi jika tidak bisa mengembalikan uang sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Buat Perjanjian Tertulis

Hal ini penting dilakukan untuk menghindari konflik yang mungkin saja dapat terjadi di kemudian hari. Surat perjanjian yang telah disepakati akan menjadi bukti untuk menghindari pertengkaran dan membuat Anda berdua selalu bertindak sesuai dengan isi perjanjian yang telah dibuat Bersama-sama. Selain itu dengan adanya perjanjian tertulis, Anda pun akan lebih serius untuk bisa segera mengembalikan uang yang dipinjam.

Tetap Menjaga Hubungan Baik

Terkadang masalah pinjam meminjam uang bisa membuat hubungan menjadi canggung dan kaku. Namun Anda tidak perlu mengubah sikap pada teman dan keluarga yang memberikan pinjaman uang kepada Anda. Tetaplah menjalin hubungan yang baik dan tak perlu membahas mengenai hal ini saat sedang berkumpul dengan teman-teman yang lain. Mengingat Anda sudah melakukan perjanjian tertulis secara profesional, tentu rasa kepercayaan yang dibangun tidak akan mengubah pandangan Anda dengan si peminjam begitu pula sebaliknya.