Ini Dia Jenis-jenis Tenor Pinjaman yang Harus Anda Ketahui

Ini Dia Jenis-jenis Tenor Pinjaman yang Harus Anda Ketahui

28/11/2021

Ketika akan mengajukan pinjaman atau berinvestasi, Anda akan dihadapkan pada istilah tenor. Tenor sendiri merupakan durasi atau jangka waktu peminjaman atau investasi yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak sejak awal. Adanya tenor akan memudahkan pihak pemberi pinjaman dan peminjam tentang kapan batas waktu pinjaman tersebut akan selesai.

Tenor sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis. Jika ditinjau dari jenis produk keuangannya, ada tenor pinjaman dan tenor investasi. Sementara dilihat dari durasi atau waktunya, ada tenor jangka panjang dan tenor jangka pendek. Untuk memahami lebih jauh tentang jenis-jenis tenor ini, mari simak penjelasannya berikut ini!

Jenis Tenor Berdasarkan Produk Keuangan

Saat ini ada banyak produk keuangan yang bisa Anda temukan di pasaran. Ada dua jenis produk keuangan yang menggunakan tenor yakni deposito dan pinjaman.

  1. Tenor Deposito

Deposito sendiri merupakan jenis investasi rendah risiko yang memiliki masa berlaku atau tenor. Setelah seorang nasabah membeli produk deposito, dia tidak boleh mencairkannya sampai tenor selesai. Jika tenor sudah selesai, Anda akan mendapatkan kembali dana deposito beserta dengan bunganya.

Tenor deposito bermacam-macam dan bisa dipilih sesuai kebutuhan. Ada tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan sampai satu tahun. Semakin panjang tenornya, umumnya nilai bunganya juga semakin besar.

  1. Tenor Pinjaman

Tenor pinjaman merupakan durasi masa pelunasan yang berlaku untuk berbagai produk pinjaman. Mulai dari KPR (Kredit Pembiayaan Rumah), KTA (Kredit Tanpa Agunan) sampai pinjaman online memiliki tenor. Semakin panjang tenor, semakin kecil jumlah cicilan yang harus Anda bayarkan dan semakin besar bunganya. Sebaliknya, semakin singkat tenor, semakin besar cicilan yang harus dibayar dan semakin kecil bunganya.

Jenis Tenor Berdasarkan Durasi Masa Pelunasan

Selain berdasarkan produknya, tenor juga dibagi berdasarkan waktu atau lamanya peminjaman berlangsung. Jika dilihat dari jangka waktunya, ada tenor jangka panjang dan ada juga tenor jangka pendek.

  1. Tenor Jangka Panjang

Pinjaman dikatakan memiliki tenor jangka panjang jika waktu pelunasannya lebih dari 5 tahun. Tenor jangka panjang bahkan ada yang durasinya sampai 20 tahun. Biasanya, tenor panjang ini diberlakukan untuk pinjaman dengan nilai besar seperti KPR. Adanya tenor yang panjang memberikan kemudahan kepada nasabah untuk mencicil kreditnya.

Meski begitu, pihak bank umumnya cukup ketat dalam melakukan seleksi nasabah untuk pinjaman yang besar. Karena pembayaran akan berlangsung jangka panjang, bank harus memastikan calon peminjam memiliki kemampuan membayar sampai tenor berakhir dan pinjaman lunas.

  1. Tenor Jangka Pendek

Pinjaman dengan tenor jangka pendek banyak diberlakukan oleh perusahaan peminjaman online. Tenor pendek umumnya diberikan jika jumlah dana yang dipinjam tidak terlalu besar. Biasanya, debitur akan diminta untuk melunasi semua cicilannya dengan waktu maksimal satu tahun.

Pinjaman dengan tenor pendek bisa menjadi pilihan bagi Anda yang membutuhkan dana darurat. Lewat peminjaman online bertenor pendek, Anda bisa mendapatkan dana dengan cara yang cepat dan mudah. Meski singkat, tentu tetap ada bunga yang dikenakan kepada debitur.

Itulah jenis tenor pinjaman yang perlu diketahui. Jika Anda ingin mengajukan pinjaman dengan tenor panjang maupun tenor pendek, pastikan Anda memahami dengan baik perjanjian peminjamannya. Jangan sampai Anda terjebak dengan bunga besar yang tidak masuk akal, ya!

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.