Ini 5 Tips Memenuhi Syarat Pinjaman Modal Usaha

Ini 5 Tips Memenuhi Syarat Pinjaman Modal Usaha

01/01/2022

Banyak orang ingin membuka usaha baru yang dapat memberikan penghasilan jangka panjang. Namun, sayang cita-cita mulia ini sering kandas bahkan sebelum bisa memulai. Pasalnya, tidak sedikit calon wirausaha ini yang terganjal oleh masalah modal. Modal memang menjadi hal krusial saat merencanakan sebuah usaha. Tanpa modal Anda tidak akan pernah bisa membuka usaha baru.

Namun, saat ini kebutuhan akan dana untuk modal usaha dapat terpenuhi melalui pihak ketiga yang menyediakan pinjaman modal ataupun jasa pinjaman uang pribadi. Pilihan pinjaman modal ini cukup beragam dengan syarat dan ketentuan masing-masing.

Nah, agar tidak ditolak saat mengajukan pinjaman modal usaha, ini 5 tips penting yang perlu Anda pahami dalam memenuhi persyaratan dari lembaga pinjaman modal. Selamat membaca!

5 Tips Memenuhi Syarat Pinjaman Modal Usaha

Tidak dapat dimungkiri jika proses pengajuan dana tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seringkali pengajuan pinjaman dana Anda gagal disetujui karena terhambat oleh beberapa kendala. Nah, untuk membantu kelancaran proses  mendapatkan dana pinjaman modal usaha, berikut ini 5 tips yang bisa Anda terapkan.

1. Lakukan Pertimbangan yang Matang

Pinjaman modal bisa menjadi beban bagi Anda jika jumlahnya di luar kemampuan Anda untuk melunasi. Agar terhindar dari masalah kredit macet, Anda bisa mengajukan pertanyaan kritis pada diri sendiri.

Pertanyaan ini terkait kepastian kebutuhan Anda akan sejumlah dana sebagai suntikan modal, alasan Anda mengambil pinjaman modal, dan kapan pastinya Anda membutuhkannya?  Selain itu, pikirkan kondisi keuangan usaha Anda apakah memang sudah cukup kuat guna mendukung rencana peminjaman dana ini. Jika Anda mendapatkan jawaban yang memang logis, Anda bisa melanjutkan rencana ini.

 2. Tentukan Besaran Pinjaman Dana

Meminjam dana harus disesuaikan dengan kebutuhan untuk pengembangan bisnis Anda. Pasalnya, semakin tinggi jumlah dana yang Anda pinjam, semakin berat beban pengembaliannya. Oleh karena itu, sebelum mulai memproses pengajuan pinjaman dana, pastikan jumlah dana yang akan Anda ajukan sesuai dengan omset bisnis Anda saat ini.

Dengan menentukan besaran pinjaman dana di awal, akan lebih memudahkan Anda untuk memilih penyedia pinjaman dana apakah di bank, koperasi, Kredit Usaha Menengah atau pinjol resmi.

3. Cek Instansi Peminjam Modal Usaha

Tahap pengecekan terkait kredibilitas dan legalitas instansi atau lembaga pinjaman modal yang akan Anda pilih ini merupakan tahap yang penting. Pasalnya, kualitas lembaga peminjam modal usaha ini nantinya akan terkait pada kepastian proses pembayaran cicilan, serta rasa aman dan nyaman peminjam. Anda bisa mempertimbangkan kualitas layanan mereka, proses pengajuan yang efisien, banyaknya nasabah yang dimiliki, serta berapa kantor cabang  di berbagai wilayah.

4. Catat Syarat Pinjaman dari Lembaga Pemberi Pinjaman

Tentunya sebelum mengajukan pinjaman Anda perlu memahami dan mencatat apa saja syarat yang harus dipenuhi dari lembaga jasa pinjaman uang pribadi. Pasalnya, syarat pinjaman pribadi online yang ditetapkan oleh lembaga sering membuat pemohon gagal saat mengajukan pinjaman.

Dengan mengetahui segala persyaratan, Anda bisa mempertimbangkan diri Anda apakah mampu memenuhi persyaratan atau sebaliknya merasa kurang mampu memenuhi persyaratan yang terlalu sulit. Oleh karenanya, pemahaman tentang persyaratan ini sangat penting karena setiap layanan pinjaman memiliki kebijakan tersendiri.

5. Nilai Kemampuan Anda untuk Pelunasan Cicilan

Menilai kemampuan diri Anda terkait pembayaran cicilan juga tidak kalah pentingnya. Anda harus melakukan kalkulasi besar cicilan utama, bunga, beserta tenor pinjaman. Kesemuanya bisa  Anda sesuaikan dengan omset bisnis beserta pengeluaran usaha dan pribadi untuk menghindari gagal bayar saat pelunasan. Kegagalan membayar cicilan akan sangat merugikan diri dan usaha Anda karena jaminan atau agunan Anda akan disita.

Pahami pula masalah terkait agunan atau jaminan ini dengan baik karena setiap pemberi pinjaman akan menetapkan aturan terkait jaminan yang harus Anda penuhi. Jaminan ini biasanya berupa sertifikat rumah atau tanah, BPKB, dan lainnya.

Nah, demikian penjelasan tentang 5 tips mengajukan pinjaman pribadi untuk modal usaha. Pastikan Anda memilih lembaga pinjaman modal dengan syarat yang mudah, banyak keunggulan serta fasilitas yang diberikan bagi pelanggan dari awal hingga akhir proses peminjaman.

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.