Ini 5 Cara Melakukan Pinjaman Modal Usaha Bank

Ini 5 Cara Melakukan Pinjaman Modal Usaha Bank

26/12/2021

Saat pandemi Covid-19 melanda negeri ini banyak hal yang telah berubah, salah satunya adalah urusan bisnis. Masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan sehingga mendorong mereka untuk berpikir mencari sumber pemasukan baru. Salah satunya adalah memulai usaha baru atau menjadi wirausaha untuk dapat bertahan menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi.

Untuk menjadi wirausaha tentunya Anda membutuhkan modal yang tidak sedikit.   Anda akan membutuhkan pinjaman modal usaha. Untuk mencari pinjaman modal usaha ke bank memang tidak mudah dan terkadang hal ini menjadi halangan bagi calon wirausaha.

Nah, jika Anda ingin meminjam modal usaha ke bank, baca artikel ini selengkapnya tentang cara meminjam uang di bank agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar.

Cara Melakukan Pinjaman Modal Usaha di bank

Sebelum melakukan proses pinjaman modal usaha ke bank kenali cara-cara nya agar pengajuan Anda diterima.

1. Lengkapi Persyaratan yang Diberikan

Pihak bank memiliki sejumlah persyaratan yang diberikan kepada pemohon saat Anda mengajukan permohonan pinjaman modal usaha. Pihak Bank pun akan memeriksa semua kelengkapan persyaratan yang Anda ajukan dengan seksama dan teliti.

Apabila semua persyaratan  telah Anda lengkapi  sesuai ketentuan, besar kemungkinan pengajuan pinjaman modal usaha Anda akan disetujui. Persyaratan-yang diperlukan adalah dokumen pribadi seperti fotokopi KTP/KK, NPWP, Izin Usaha, laporan keuangan, slip gaji, serta dokumen penting lainnya. Selain itu, pemohon juga diminta memberikan surat kepemilikan barang sebagai jaminan seperti bangunan, kendaraan, atau mesin.

 2. Yakinkan Pihak Bank akan Usaha Anda

Anda harus mampu meyakinkan pihak bank terkait usaha yang Anda jalankan. Jelaskan secara mendetail dan rinci tujuan usaha Anda. Jangan lupa, usaha Anda harus sudah berjalan minimal tiga tahun. Dengan demikian, pihak bank akan memahami alasan mengapa Anda membutuhkan pinjaman modal usaha.

Dengan memberikan penjelasan yang mendetail, tujuannya agar pihak bank dapat merasa yakin jika usaha Anda memiliki prospek cerah. Anda juga perlu mempersiapkan proposal hard copy untuk diberikan pada pihak bank untuk menunjukkan keseriusan Anda.

3. Tunjukkan Citra Positif Diri Anda

Saat bertemu dengan pihak bank tunjukkan Anda memiliki citra diri yang positif. Tujuannya agar Anda mampu meyakinkan pihak bank jika Anda layak mendapatkan pinjaman. Namun, tentunya citra diri juga harus dibarengi dengan riwayat pinjaman Anda.

Pastikan Anda tidak mempunyai riwayat masalah kredit ataupun black list jika OJK atau Bank Indonesia melakukan pengecekan.

4. Tentukan Jumlah Pinjaman

Selain itu Anda juga harus memperhatikan beberapa hal seperti jumlah pinjaman yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha Anda. Anda perlu  mengetahui masa tenor dan cicilan yang ringan. Dengan demikian, di masa mendatang Anda tidak akan mengalami kredit macet.

5. Pastikan Kredibilitas Bank

Sebelum Anda mengajukan pinjaman modal usaha, pastikan untuk mengecek kredibilitas bank. Pilih bank yang memiliki reputasi yang baik terkait layanan, jumlah kantor cabang, dan persyaratan yang tidak terlalu menyulitkan. Dengan demikian,  Anda akan merasakan kenyamanan dan keamanan dalam bekerja sama yang tak kalah pentingnya.

Nah, itulah penjelasan selengkapnya tentang cara melakukan pinjaman modal usaha ke bank. Dengan mengetahui cara-caranya sebelum pengajuan diharapkan Anda tidak mengalami hambatan berarti. Jadi, siap mengajukan permohonan pinjaman pengembangan modal usaha Anda ke bank?

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.