Ini 3 Jenis Usaha yang Memerlukan Pinjaman Uang Pribadi

Ini 3 Jenis Usaha yang Memerlukan Pinjaman Uang Pribadi

24/12/2021

Tidak sedikit orang yang merasa ragu untuk mulai usaha dan menjadi wiraswasta karena banyaknya tantangan yang harus dihadapi. Bahkan kesulitan sudah dirasakan sejak awal saat akan menjalankan usaha. Selain perencanaan usaha yang harus matang, modal pun tentu harus mencukupi. Padahal untuk mendapatkan pinjaman modal  bukanlah hal yang mudah.

Anda harus jeli memilih lembaga keuangan yang berizin dari OJK. Pilih yang memberikan layanan yang baik dengan besaran cicilan serta biaya administrasinya yang tidak terlampau membebani.

Nah, jika Anda ingin mulai menjalankan usaha dan mau pinjam uang pribadi, berikut ini adalah informasi tentang jenis usaha yang membutuhkan pinjaman modal sebagai inspirasi Anda.

3 Jenis Usaha yang Memerlukan Pinjaman Modal

Pinjaman uang pribadi memang dibutuhkan saat Anda ingin mulai usaha. Pinjaman modal bisa diibaratkan sebagai bensin bagi kendaraan Anda. Jadi, tanpa modal yang cukup, usaha Anda tidak akan bisa berjalan dengan lancar.

1. Bisnis Franchise

Anda bisa menjadi pebisnis dan mendapatkan keuntungan maksimal melalui usaha franchise. Usaha waralaba ini bisa dikatakan hanya membutuhkan modal saja. Sayangnya, modal usaha franchise tidaklah sedikit, sehingga besar kemungkinan Anda butuh pinjaman uang pribadi. Namun, setelah membayar fee kepada pemilik franchise, Anda tidak perlu bersusah payah memikirkan ide usaha dan manajemen.

Setelah itu Adna akan bisa memakai nama, produk, dan bahan serta merek dagang usaha tersebut laiknya usaha Anda sendiri. Dalam hal ini dapat dikatakan Anda mendapatkan produk, manajemen, dan sistem operasional dari pemilik franchise. Beberapa contoh produk franchise ialah pizza hut, ayam geprek bensu, kopi kenangan, chatime.

2. Bisnis Rumah Kontrakan atau Kost

Bisnis rumah kontrakan masih dianggap sebagai bisnis yang memiliki prospek karena beberapa keunggulan yang dimiliki. Kontrakan rumah bisa disewakan dalam periode tahunan minimal 3 – 6 bulan dengan pembayaran uang di muka. Biaya sewa rumah pun umumnya mengalami kenaikan dari 5 hingga 15% per tahun. Apalagi permintaan akan rumah kontrakan juga meningkat dari tahun ke tahun. Pasalnya, banyak pasangan muda yang belum memiliki rumah. Mereka mengontrak rumah sambil menunggu tabungan cukup sebagai uang muka rumah.

Sedangkan usaha rumah kost tingkat huniannya pun tidak kalah tinggi, apalagi bila lokasinya strategis dekat dengan fasilitas umum. Pemasukan dari rumah kost biasanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumah kontrakan, terutama rumah kost dengan fasilitas lengkap. Selain itu, pemilik kost juga bisa memiliki bisnis lain sebagai pelengkap rumah kost seperti laundry, warung makan, jasa bersih-bersih kamar.

Tentunya dana untuk memiliki rumah kontrakan atau rumah kos ini tidak sedikit. Oleh karenanya jika ingin mulai bisnis sewa rumah atau kos ini, Anda tidak dapat mengandalkan modal seadanya dan harus melakukan pinjaman uang pribadi.

3. Bisnis Sewa Mobil

Bisnis sewa mobil memang bukan hal baru. Oleh karenanya, Anda bisa memulai bisnis ini sebagai peluang baru dengan kreativitas. Sebagai contoh, Anda bisa mengandalkan sopir yang sopan dan berpenampilan bersih. Namun, bisnis sewa mobil ini memang membutuhkan modal tidak sedikit. Anda pun bisa memulai bisnis ini dengan pinjaman uang pribadi.

Nah, itulah 3 bisnis usaha yang membutuhkan pinjaman modal yang tidak sedikit, tetapi bisa Anda lakukan untuk meraih cuan. Kira-kira, apakah Anda tertarik untuk membuka salah satu peluang usaha ini dalam waktu dekat?

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.