Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berhutang

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berhutang

21/08/2019
AUTHOR : RAINER MICHAEL EMANUEL

Mungkin beberapa orang agak terganggu dengan mendengar kata berhutang. Namun, apa jadinya jika tidak ada cara lain dalam memenuhi kebutuhan hidup selain dengan berhutang? Mau tidak mau Anda harus melakukan kegiatan yang mungkin saja dapat memberatkan di kemudian hari. Pada dasarnya berhutang bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. Selama kita berhutang dengan perhitungan yang matang bahwa pada waktu yang telah ditentukan kita sanggup membayarnya. Lalu, apa saja yang harus diperhatikan sebelum Anda meyakinkan diri untuk berhutang? Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda berhutang:

  1. Punya Penghasilan Yang Tetap 
    Ingat hutang bukanlah uang yang dating dengan cuma-cuma untuk mengatasi masalah Anda. Oleh karena itu sebelum berhutang Anda harus memiliki penghasilan tetap untuk membayar hutang yang akan Anda pinjam. Jika memutuskan berhutang, gunakan hutang tersebut untuk membantu keuangan keluarga. Misalnya, aset bertambah, kendaraan kondisinya baik sehingga menambah produktivitas kerja Anda.
  2. Keuangan keluarga tidak dalam kondisi minus
    Sama saja halnya dengan harusnya Anda memiliki pendapatan lebih besar dari pengeluaran Anda. Jangan sampai yang terjadi ternyata lebih besar pengeluaran daripada pendapatan Anda yang menyebabkan keuangan keluarga menjadi minus. Jika pendapatan keluarga minus, berhutang bukanlah jalan keluar bagi keuangan Anda. Cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut adalah melakukan perencanaan ulang keuangan keluarga, merelokasi dan menghilangkan pengeluaran yang kurang penting.
  3. Mampu membayar cicilan utang dari penghasilan
    Total cicilan utang tidak boleh melebihi dari 30% penghasilan Anda. jika total cicilan lebih dari 30%, pengeluaran penting lainnya dapat terabaikan. Bahkan tabungan Anda bisa ikut terpakai untuk menutup defisit. Tapi, Anda dapat berutang lebih dari 30% dari penghasilan jika pendapatan atau penghasilan Anda sangat besar.
  4. Pahami jenis kredit atau hutang Yang Akan Anda Ambil
    Hal ini penting agar Anda dapat memahami sistem pembayaran utang Anda. Misalnya saja pada KPR, bandingkan pilihan antara bank konvensional dengan bank syariah. Atau jika anda memilih untuk meminjam uang yang cepat melalui pinjaman Daring, maka pilihlah aplikasi yang jelas aman dan memiliki izin beroperasi dari OJK. Contohnya, seperti Finmas. #PilihPakaiYakin mana yang lebih menguntungkan dari segala aspek dan kerugian dari keduanya.
PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.