Etika Penagihan Utang oleh Debt Collector

Etika Penagihan Utang oleh Debt Collector

10/09/2019
AUTHOR : RAINER MICHAEL EMANUEL

Apakah Anda saat ini tengah menghadapi masalah tunggakan dari pinjaman daring? Bila iya, tentu Anda mulai akrab dengan panggilan telepon atau kunjungan dari penagih utang atau debt collector perusahaan peminjaman tersebut.

Banyak orang yang ketakutan ketika sering dihubungi debt collector. Bukan hanya peminjam, terkadang penagih utang juga menghubungi anggota keluarga atau langsung mendatangi rumah si peminjam yang bermasalah. Gangguan kenyamanan akibat masalah tunggakan utang adalah konsekuensi dari ketidakmampuan Anda membayar pinjaman. Namun, konsumen pun berhak mendapatkan perlindungan dari perlakuan di luar batas yang dilakukan para penagih utang. Berikut panduan etika yang harus dipatuhi debt collector saat melakukan penagihan:

  1. Identitas Resmi dari Perusahaan Pemberi Pinjaman 
    Debt collector selalu membawa kartu identitas resmi yang dikeluarkan pemilik perusahaan pemberi pinjaman. Jika debt collector yang menagih tidak memiliki identitas resmi, segera hubungi perusahaan tempat Anda mengambil pinjaman.
  2. Dilarang Memakai Ancaman/Kekerasan/Mempermalukan
    Para debt collector dilarang memakai ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan nasabah yang cicilannya macet. Jika debt collector yang menghubungi atau menemui Anda mengeluarkan ancaman, kekerasan atau mempermalukan, tetap tenang dan ingatkan penagij utang untuk tidak melanggar etika penagihan sesuai peraturan Bank Indonesia (BI). Catat identitas debt collector tersebut beserta hari dan jam kejadian sebagai informasi penunjang saat Anda melaporkan kasus ini kepada penyedia pinjaman.
  3. Dilarang Menggunakan Kekerasan Fisik atau Verbal
    Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan pemaksaan secara fisik maupun verbal. Jika hal ini terjadi, laporkan segera.
  4. Dilarang Menagih ke Pihak yang Tidak Berutang
    Debt collector dilarang melakukan penagihan selain kepada pihak yang berutang. Debt collector tidak diizinkan untuk menagih utang kepada pihak lain seperti keluarga dekat atau orang lain yang datanya tercantum dalam ketentuan administrasi yang Anda lampirkan saat mengambil utang. Anda dapat melayangkan protes bila debt collector juga ikut memburu keluarga Anda terkait masalah utang tersebut.
  5. Dilarang Keras untuk Meneror
    Penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu. Jika debt collector menagih melalui telepon, sebaiknya penagihan itu dilakukan pada waktu-waktu tertentu dan tidak sepanjang hari. Jika Anda merasa terganggu dengan panggilan tanpa henti dari penagih utang, segera beritahu perusahaan yang memberikan pinjaman.

 

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.