Empat Alasan Berutang Itu Buruk | Finmas - Sahabat Finansial Indonesia
Empat Alasan Berutang Itu Buruk

Empat Alasan Berutang Itu Buruk

03/09/2019
AUTHOR : RAINER MICHAEL EMANUEL

Pada umumnya, seseorang mengambil utang karena memiliki kebutuhan, baik urgen maupun tidak. Satu hal yang harus diingat dan diperhitungkan secara matang saat mengambil utang adalah tingkat bunga yang harus turut dibayar.

Sebuah benda atau jasa yang dapat menunjang kebutuhan memang sebaiknya kita miliki sendiri. Namun, pastikan bahwa kebutuhan utama Anda telah terpenuhi sebelum melakukan pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting. Anda harus dapat menentukan apakah Anda sanggup melunasi utang atau apakah utang tersebut akan membebani kemampuan finansial Anda di masa depan. Tidak dapat dipungkiri, banyak orang yang memilih mengesampingkan pertimbangan-pertimbangan tersebut dan menganggap bahwa semua akan baik-baik saja. Sikap ini justru akan menimbulkan efek buruk dari berutang. Apa saja efek buruk dari berutang, jika Anda tidak pintar dalam mengelolanya?

  1. Berutang Tanpa Tujuan Finansial
    Jika Anda memutuskan untuk memiliki sesuatu dengan cara berutang sementara Anda masih harus berjumpalitan memenuhi kebutuhan-kebutuhan  utama Anda, ini berarti Anda belum memiliki tujuan finansial yang matang. Utang seperti ini justru akan menambah bebas karena Anda harus memikirkan cicilan termasuk bunga yang harus dibayarkan setiap bulan. Jika sisa penghasilan Anda cukup untuk membayar utang, maka Anda akan sulit memenuhi kebutuhan lainnya. Anda juga dapat mengalami stres saat berhadapan dengan tagihan-tagihan utang Anda.
  2. Berutang Untuk Membayar Utang 
    Jika Anda mendapat penawaran pinjaman baru saat Anda harus membayar utang dalam jumlah yang cukup banyak dan waktu yang sangatsingkat, apa yang akan Anda lakukan? Sebagian besar orang yang menghadapi tekanan serupa akan memutuskan untuk mengambil pinjaman baru. Anda mungkin berpikir bahwa hal terpenting adalah melunasi utang sebelumnya, padahal, ini justru akan menimbulkan masalah baru yang bisa jadi  jauh lebih besar. Mengambil utang untuk membayar utang – gali lubang tutup lubang – jelas bukan solusi bebas dari utang.
  3. Utang Dianggap Dana Tambahan 
    Jangan pernah menganggap uang yang Anda dapatkan dari meminjam di bank atau perusahaan pinjaman online sebagai “uang tambahan”. Jangan pula menganggap remeh utang yang Anda ambil tersebut, Uang hasil berutang tersebut adalah beban yang tentunya harus Anda bayar dalam tempo waktu yang telah ditetapkan.
  4. Berutang tanpa Perhitungan Matang
    Sebelum Anda memutuskan untuk mengambil pinjaman daring atau pinjaman lain dari bank dan perorangan, periksa dulu pendapatan bulanan Anda. Jika Anda adalah seorang pekerja profesional, tulis gaji yang Anda terima dan hitung pengeluaran setiap bulannya. Jangan lupa sisihkan untuk tabungan dan cek jumlah yang tersisa. Jika jumlah tersebut sesuai dengan nilai cicilan sebuah barang yang Anda inginkan, silakan ambil utang untuk membelinya. Hal terpenting yang harus dilakukan adalahjangan hanya mengira-ngira kemampuan keuangan Anda dan selalu lakukan penghitungan hingga rinci.