Cara Mengelola Pinjaman Pribadi Sehingga Lebih Produktif

Cara Mengelola Pinjaman Pribadi Sehingga Lebih Produktif

13/01/2022

Banyak orang yang tidak ingin berutang karena khawatir hidupnya tidak nyaman karena terus memirkan hal tersebut. Padahal, jika dapat mengelolanya secara baik, utang justru bisa menghasilkan banyak hal yang produktif.

Sekarang ini, Anda bisa melihat banyak pengusaha yang bisa meraup untung besar meski memulai usahanya dengan mengambil pinjaman pribadi di bank atau lembaga keuangan lainnya. Nah, agar dana pinjaman Anda bisa menjadi lebih produktif, berikut beberapa cara yang wajib dilakukan.

Punya Manfaat Secara Finansial

Dana pinjaman bisa produktif bila Anda memperoleh manfaat finansial darinya. Bila Anda mengajukan pinjaman untuk membuka usaha baru, maka dikategorikan sebagai utang produktif. Contohnya, ketika ingin membuka usaha sablon kaos, Anda bisa menggunakan dana pinjaman tersebut untuk membeli mesin sablon. Mencetak sablon sendiri membuat Anda lebih menghemat biaya produksi ketimbang membayar pihak ketiga untuk melakukan hal tersebut.

Pisahkan Dana Pinjaman dengan Kebutuhan Pribadi

Salah satu hal yang membuat dana pinjaman menjadi tidak produktif adalah sang peminja tidak bisa memisahkan antara kebutuhan pribadi dan usahanya. Karena merasa punya banyak uang, beberapa orang tidak bisa menahan diri dan justru menghabiskan dana tersebut untuk kebutuhan konsumtif.

Karena dana pinjaman dan dana untuk kebutuhan pribadi bercampur menjadi satu, maka Anda akan mengontrol pemasukan dan pengeluaran usaha. Untuk itu, bila ingin usaha Anda berkembang, sangat disarankan untuk memisahkan antara keuangan bisnis dengan keuangan pribadi.

Bila sudah memisahkan kedua pos anggaran tersebut, miliki komitmen untuk tidak sembarangan menggunakan uang usaha demi memenuhi kebutuhan pribadi. Pemisahan pos anggaran ini juga sangat membantu Anda untuk berhemat.

Jauhi Bisnis yang Tidak Pasti

Hal penting yang wajib diperhatikan ketika ingin mengajukan pinjaman pribadi adalah memilih bisnis yang pasti. Bila salah memilih bisnis, Anda akan kesulitan untuk mengembalikan utang beserta bunganya. Lakukan survei terlebih dulu apa jenis usaha yang paling diminati di sekitar tempat tinggal Anda. Pastikan juga usaha yang Anda jalankan unik sehingga bisa menarik banyak konsumen.

Bila masih pemula dalam dunia bisnis, Anda bisa mencoba menjalankan usaha makanan dan minuman. Usaha jenis ini selalu dicari orang karena merupakan bagian dari kebutuhan sehari-hari. Rekomendasi usaha lainnya adalah usaha penjualan pakaian atau toko sembako.

Tepat Waktu Bayar Cicilan

Hal penting lainnya supaya pinjaman pribadi Anda bisa lebih produktif adalah melakukan pembayaran cicilan tepat waktu. Karena itu, Anda harus menyediakan dana khusus untuk membayar cicilan secara tertatur. Jika tidak Anda bayar, maka akan terjadi penunggakan hutang dalam jumlah besar. Akibatnya, Anda harus membayar pelunasan lebih besar dari pada yang seharusnya.

Alokasikan Keuntungan

Karena pinjaman Anda dikelola secara produktif, seiring berjalannya waktu keuntungan sudah bisa dirasakan. Selain mengambil sebagian dari keuntungan untuk membayar cicilan utang, gunakan juga dana tersebut untuk mengembangkan usaha. Misalnya untuk menambah aset baru atau memperluas kawasan usaha.

Catat Arus Kas

Jangan lupa membuat catatan arus kas dari bisnis tengah Anda jalankan. Dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan secara berkala, Anda bisa mengevaluasi kondisi finansial dengan lebih baik. Cara ini sangat efektif untuk menekan pengeluaran usaha agar uang pinjaman dapat digunakan dengan maksimal.

Demikianlah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mengelola pinjaman pribadi dengan lebih produktif. Selalu ingat, apa tujuan awal Anda mengajukan pinjaman dan berkomitmen untuk melunasinya tepat waktu.

PERHATIAN