Cara Jitu Kelola Biaya Pendidikan Anak

Cara Jitu Kelola Biaya Pendidikan Anak

18/06/2019
AUTHOR : RAINER MICHAEL EMANUEL

Meskipun saat ini sudah sangat banyak negara-negara yang telah menerapkan pendidikan gratis kepada masyarakatnya, namun Indonesia masih termasuk negara yang biaya pendidikannya terbilang cukup mahal. Biaya pendidikan ini kerap menjadi momok untuk para orang tua saat ini karena biayanya seperti mencekik leher dan membuat pemasukan habis seketika.

Tak heran banyak keluarga yang dari jauh-jauh hari sudah mulai berpikir bagaimana bisa membiayai anaknya hingga mencapai pendidikan yang paling tinggi. Pemikiran ini dilakukan saat anaknya masih dalam usia balita atau bahkan sebelum anak itu lahir. Bagaimana pun harus ada solusi untuk menjamin anak kita bisa mendapatkan pendidikan yang layak dengan ekonomi keluarga yang tetap stabil.

Berikut beberapa contoh produk keuangan dan investasi yang dilakukan para orang tua untuk mengelola biaya Pendidikan anak di masa depan :

  1. Tabungan Konvensional
    Cara penyimpanan dana ini termasuk yang paling popular di kalangan masyarakat, terutama mereka yang malas untuk ribet.  Banyak sekali produk tabungan yang bisa dipilih dengan kelebihan-kelebihan yang cukup menggoda para nasabah. Misalnya bunga dan fasilitas asuransi kesehatan. Dibeberapa bank juga ada fasilitas tabungan atas nama anak Anda. Jadi hal ini akan sangat menginspirasi Anda untuk lebih giat menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk tabungan anak. Selain akses yang lebih mudah, tabungan dianggap bisa memberikan kepastian, keamanan dan dapat ditarik kapan pun saat dibutuhkan. Anda cukup mendisiplinkan diri dengan menyisihkan sejumlah uang yang harus di masukan ke tabungan. Ingat selalu prinsip menabung yaitu “sedikit-demi sedikit lama-lama menjadi bukit”. Kekurangan yang mungkin anda rasakan dari investasi ini adalah aktivitasnya akan terhenti bila Anda meninggal dan tidak akan ada jaminan kalau uang tabungan untuk pendidikan ini akan bertambah.
  2. Tabungan Pedidikan
    Tabungan ini memberikan fasilitas asuransi jiwa bagi nasabahnya, oleh karena itu jika Anda telah tiada sekalipun dana pendidikan akan tetap tercapai. Selain fasilitas asuransi jiwa, tabungan ini juga memiliki fasilitas bunga yang mengoda dan fasilitas asuransi kesehatan dengan tambahan sejumlah biaya yang tidak kalah menggiurkan. Biasanya rekening tabungan pendidikan sering menjadi turunan dari rekening pribadi Anda di bank yang sama dan sistemnya menggunakan auto-debit. Anda cukup membuka tabungan pendidikan di bank yang memiliki fasilitas tersebut dengan membawa KTP, buku tabungan, dan akte kelahiran anak Anda. Misalnya saja Anda berencana menabung Rp 1 juta setiap bulannya untuk tabungan pendidikan anak. Dari situ setiap bulannya bank akan memotong secara otomatis Rp 1 juta dari rekening pribadi Anda untuk nantinya dimasukkan ke dalam rekening tabungan pendidikan anak sampai jangka waktu yang sudah Anda ditentukan. Seandainya Anda meninggal dunia, bank akan mengunakan asuransi jiwa untuk menutup semua cicilan tabungan yang belum dibayar.
  3. Asuransi Pendidikan
    Banyak sekali yang berpendapat bahwa tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan itu sama. Sebenarnya pikiran  seperti itu tidak sepenuhnya salah, karena jika kita lihat sekilas memang sama meskipun memiliki beberapa perbedaan yang signifikan. Berikut perbedaan asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan:
    • Tabungan pendidikan diterbitkan oleh bank, sementara asuransi pendidikan diterbitkan oleh perusahaan asuransi.
    • Meskipun premi sudah selesai dibayar, asuransi pendidikan baru dapat dicairkan setelah jatuh tempo atau Anda meninggal dunia, namun berbeda dengan tabungan Pendidikan yang bisa dicairkan setelah Anda menyelesaikan kewajiban menabung atau tidak mampu lagi membayar cicilan.
    • Potongan untuk mencairkan dana asuransi pendidikan sebelum waktu yang telah ditentukan lebih besar ketimbang tabungan pendidikan.
    • Meskipun keuntungan asuransi pendidikan lebih besar, namun prosesnya jauh lebih rumit ketimbang tabungan pendidikan.
  4. Deposito Jangka Panjang
    Jika kebetulan Anda memiliki sejumlah uang dari usaha pribadi, maka Anda dapat mendepositokan uang tersebut untuk biaya pendidikan anak. Cara ini dianggap cukup jitu karena deposito tidak bisa dicairkan sesuka Anda dan bunganya cukup bagus dibanding tabungan konvensional lainnya. Pilihlah produk deposito dengan jangka waktu yang Anda butuhkan lalu sesuaikan dengan masa di saat anak Anda membutuhkan biaya untuk sekolah.
  5. Investasi Reksadana
    Untuk yang masih pemula soal investasi, Anda dapat mencoba melakukan investasi kecil-kecilan melalui reksadana yang risikonya kecil namun keuntungannya cukup lumayan. Dari semua produk reksadana, Anda mungkin dapat mencoba reksadana konvensional bertipe campuran yaitu berupa dana diinvestasikan ke berbagai investasi baik yang berisiko tinggi maupun rendah misalnya investasi ke obligasi, deposito dan saham. Anda akan sangat diuntungkan dengan lama investasi dari tiga hingga lima tahun. Produk ini akan sangat membantu Anda menyiapkan dana pendidikan untuk sang buah hati.
  6. Investasi Emas
    Sejak dahulu kala menyimpan emas sudah menjadi kebiasaan orang karena dapat dengan mudah dicairkan ketika dibutuhkan. Cara seperti ini bisa saja Anda adaptasikan dalam memastikan si buah hati mendapatkan simpanan dana untuk pendidikan mereka kelak. Anda dapat menyimpan emas karena harganya yang relatif stabil dan mudah untuk dijual. Usahakan menyimpan emas dalam bentuk batangan dan memiliki kadar 99 persen. Saat ini emas tidak hanya ditemukan di toko emas, tetapi juga dibeberapa tempat misalnya di cabang PT Pegadaian, PT Aneka Tambang dan bank-bank yang berbentuk syariah.
PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.