Begini Tips Mendapat Modal Usaha Lewat Bank

Begini Tips Mendapat Modal Usaha Lewat Bank

25/01/2022

Banyak orang yang bercita-cita untuk menjadi pengusaha, tetapi hal ini kerap menjadi angan-angan saja lantaran tidak adanya modal usaha yang memadai. Namun, jika kamu telah memiliki ide bisnis yang cukup berpotensi untuk sukses dan bisa memenuhi kebutuhan orang banyak, tidak ada salahnya untuk mencari modal untuk usaha melalui pinjaman, seperti meminjamnya pada bank.

Kamu bisa meminjam sejumlah uang pada bank guna mendapatkan modal yang kamu butuhkan. Namun, kamu juga perlu tahu tips mendapat modal usaha lewat bank. Secara umum, kamu akan diminta untuk memenuhi beberapa syarat pinjaman di bank, seperti dokumen identitas diri, buku tabungan yang dimiliki, salinan akta nikah, surat keterangan penghasilan, dan bukti tidak memiliki tanggungan atau cicilan. Apabila semua syarat ini telah berhasil kamu penuhi, maka kemungkinan kamu untuk mendapatkan pinjaman dari bank cukup besar.

Tips Mengajukan Pinjaman Modal Usaha di Bank

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar pengajuan pinjaman kamu kepada bank bisa diterima:

  1. Bangun Citra Diri yang Baik

Ini mungkin hal yang cukup sepele, tetapi ternyata cukup berpengaruh. Pastikan kamu membangun citra diri menjadi pribadi yang positif agar dipandang layak diberi pinjaman oleh bank. Jadi, saat kamu berkesempatan bertemu dengan pihak bank, coba persiapkan diri sebelumnya.

Pastikan jangan sampai terlihat tegang supaya kamu bisa menjawab pertanyaan yang akan diberikan dengan baik. Jika kamu terlihat terbata-bata saat bicara atau terlihat ragu, ini bisa memengaruhi penilaian pihak bank. Oleh karena itu, bersikaplah dengan baik dan sewajarnya agar pihak bank mau mempertimbangkan tujuan kamu mengajukan pinjaman modal tersebut.

  1. Lakukan Hal Baik untuk Membuat Pihak Bank Yakin

Sebelum menyetujui pengajuan pinjaman dana, pihak bank akan mempertimbangkan banyak hal menyangkut data calon peminjam. Jadi, pastikan kamu bisa meyakinkan pihak bank kelak mengenai alasan kenapa kamu ingin mengajukan pinjaman tersebut.

Pastikan kamu merincikan dengan jelas tujuan usaha kamu, dan buat mereka yakin bahwa usaha yang akan kamu jalankan ini punya prospek yang baik di masa mendatang. Tunjukkan kesungguhan kamu dalam membuka usaha ini supaya pihak bank yakin dan mau memberikan persetujuan pengajuan pinjaman tersebut. Kamu pun bisa menyiapkan proposal dalam bentuk hard copy.

  1. Jangan Lupa Lengkapi Prasyaratnya

Seperti yang sebelumnya sudah disebutkan, kamu biasanya akan diminta memenuhi beberapa hal sebagai prasyarat untuk mengajukan pinjaman. Jadi, telitilah dalam mempersiapkan semua berkas tersebut dan jangan sampai ada hal yang kurang.

Selain itu, saat mengajukan pinjaman di bank, biasanya kamu akan diminta untuk menyerahkan surat-surat kepemilikan barang sebagai jaminan. Barang jaminan ini bisa berupa kendaraan atau semacamnya dan akan digunakan untuk menutupi dana pinjaman yang dipinjamkan kepada nasabahnya jika suatu hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, persiapkanlah semuanya dengan baik.

Jika kamu mencoba mengajukan pinjaman usaha di bank, biasanya mereka bisa memberikan pinjaman dengan limit kredit yang cukup besar. Selain itu, pilihan bank yang tersedia juga cukup banyak dan tenor atau jangka waktu kredit bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Namun, jika kamu merasa proses pinjaman modal usaha di bank terlalu merepotkan, kamu juga bisa mencoba melakukan pinjaman modal usaha online melalui jasa keuangan lain non-bank. Mereka biasanya menawarkan kemudahan untuk melakukan pinjaman, tetapi tetap saja ada beberapa kekurangan yang perlu kamu perhatikan sebelum memutuskannya.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.