Apakah Fintech Akan Menggantikan Institusi Finansial Konvensional Secara Keseluruhan?

Apakah Fintech Akan Menggantikan Institusi Finansial Konvensional Secara Keseluruhan?

19/12/2021

Sadar atau tidak, sebagian besar masyarakat Indonesia telah menikmati manfaat fintech. Mengutip situs resmi Bank Indonesia, teknologi finansial adalah gabungan antara teknologi dan jasa keuangan yang mengubah model bisnis konvensional menjadi moderat. Hal ini membuat transaksi, yang awalnya hanya bisa dilakukan dengan tatap muka, bisa dilakukan dari jarak jauh.

Dari penjelasan tersebut, Anda sudah bisa menyimpulkan bahwa pinjaman uang secara online termasuk salah satu kegiatan yang memanfaatkan fintech.  Selain menjembatani proses pinjam uang secara online lewat aplikasi, sebenarnya apa saja manfaat teknologi finansial dan apakah ia mampu menggantikan peran bank? Mari ulas lebih dalam!

Peran Penting dan Manfaat Teknologi Finansial di Era Digital

Menduduki peringkat kelima terbesar pengguna internet terbanyak di dunia, sayang jika Indonesia tidak memanfaatkan hal itu untuk mengadopsi teknologi finansial yang sudah marak diterapkan di negara lain.

Hadirnya fintech di Indonesia telah membantu banyak individu maupun kelompok dalam melakukan transaksi. Bagi pelaku usaha baru, teknologi ini telah membantu memenuhi kebutuhan modal dan menekan biaya operasional. Inovasi ini juga membantu individu yang kesulitan memperoleh layanan keuangan.

Manfaat Fintech

Berikut ini beberapa manfaat fintech yang telah mengubah pola transaksi di Indonesia.

Meningkatkan Inklusi Keuangan

Lembaga keuangan konvensional biasanya mematok sejumlah syarat pengajuan pinjaman. Sering kali ada beberapa syarat yang membebani peminjam, termasuk pelaku usaha. Hal ini membuat banyak usaha sulit berkembang. Di sini, fintech hadir memberikan syarat yang bisa dipenuhi lebih banyak individu maupun kelompok.

Pinjaman Bunga Rendah dan Tanpa Agunan

Inovasi di bidang keuangan juga menghadirkan layanan pinjam uang online. Dengan menyiapkan berkas seperti KTP dan NPWP, siapa pun bisa melakukan peminjaman di mana saja dan kapan saja. Selain itu, bunga yang ditawarkan juga lebih rendah dan tanpa agunan.

Pinjaman Modal Untuk Pengusaha

Melalui berbagai jenisnya, fintech memberikan pilihan pinjaman modal usaha bagi para pelaku bisnis. Hal ini dapat menjadi angin segar bagi pebisnis UMKM dalam melebarkan sayapnya.

Kemudahan Bertransaksi

Berbekal ponsel pintar yang terhubung ke internet, siapa saja dapat menjalankan transaksinya. Kini, Anda tidak perlu lagi mengantre untuk membayar tagihan atau pun melakukan transfer.

Mempercepat Perputaran Uang

Dengan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi, teknologi keuangan ini mempercepat perputaran uang nasional.

Bagaimana Nasib Bank Setelah Kehadiran Fintech?

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, mau tidak mau hampir segala aspek kehidupan akan beradaptasi, termasuk keuangan. Meskipun teknologi keuangan membawa dampak positif bagi masyarakat, nyatanya ia bisa menjadi ancaman bagi bank.

Bersama dengan maraknya pemanfaatan teknologi ini, jumlah pengguna jasa bank berkurang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya orang yang mulai mengajukan pinjaman online cepat di perusahaan P2P lending.

Lalu, apakah fintech bisa sepenuhnya menggantikan peran dan menjalankan seluruh fungsi bank? Jawabanya adalah mungkin tidak untuk saat ini. Hingga saat ini, masyarakat Indonesia masih menggunakan bank sebagai tempat menyimpan sebagian besar uang mereka. Fintech pun harus mengikuti kewenangan absolut bank dalam menyimpan uang rakyat. Namun, keduanya dapat berkolaborasi dalam menjalankan perputaran uang di Indonesia.

Dalam hal ini, teknologi keuangan dapat menjadi kepanjangan tangan bank dalam memberikan akses keuangan hingga pelosok daerah. Lalu, bank bertugas membuka cabang di daerah yang telah terjangkau oleh teknologi ini. Dengan demikian, nantinya, bank hanya akan menjalankan kegiatan-kegiatan umum sedangkan hubungan dengan nasabah akan lebih banyak dilakukan secara digital.

Walau dengan kemajuan teknologi, hingga saat ini peran bank sebagai lembaga keuangan utama masih belum bisa digantikan oleh fintech. Selain itu, teknologi finansial ini hanya dapat melakukan salah satu dari kegiatan pembiayaan atau pendanaan, tidak bisa sekaligus keduanya.

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.