Apa Itu Tenor Pinjaman? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Apa Itu Tenor Pinjaman? Simak Penjelasannya Berikut Ini

24/11/2021

Bagi Anda yang sudah lama bergelut di bidang investasi atau kredit, istilah tenor mungkin sudah tidak asing lagi. Apa itu tenor dan bagaimana cara kerjanya dalam aktivitas peminjaman dana maupun investasi?

Tenor secara singkat bisa didefinisikan sebagai durasi atau masa pelunasan pinjaman atau investasi yang telah disepakati antara pihak peminjam dan pemberi pinjaman. Misalnya saja, Anda mengajukan pinjaman modal usaha ke bank dengan nilai Rp20 juta dengan tenor 12 bulan. Artinya seluruh pokok pinjaman dan bunganya harus dikembalikan dalam masa tenor yang sudah disepakati.

Dalam dunia investasi, tenor biasanya digunakan dalam produk deposito. Seperti yang kita ketahui, deposito tersedia dalam beberapa pilihan jangka waktu mulai dari 1 bulan sampai dengan setahun. Masa berlaku deposito sampai dengan waktu jatuh temponya juga disebut dengan tenor. Untuk deposito, dana yang sudah diinvestasikan tidak bisa diambil sampai tenornya selesai. Kalau Anda mencairkan deposito sebelum waktunya, Anda akan dikenakan denda atau penalti.

Manfaat Tenor Pinjaman

Dalam kegiatan pinjam meminjam, adanya tenor memiliki peran yang sangat penting. Dengan adanya penentuan tenor, baik debitur maupun kreditur sama-sama bisa mengukur proses kredit dengan lebih baik dan adil.

Adanya tenor memungkinkan pihak pemberi pinjaman meminimalisasi kerugian yang mungkin terjadi. Termasuk ketika peminjam gagal membayar, menunggak atau melakukan pelanggaran lain yang bertentangan dengan perjanjian awal peminjaman.

Bagi peminjam, adanya tenor bisa memudahkan proses pembayaran. Jika Anda sebagai peminjam memiliki kemampuan membayar cicilan yang kecil, Anda bisa memanfaatkan tenor panjang. Sebaliknya, jika Anda ingin melunasi pinjaman sesegera mungkin, Anda bisa mengambil tenor panjang.

Faktor-faktor yang Menentukan Tenor Pinjaman

Setelah Anda memahami apa itu tenor pinjaman, bagaimana cara kerja serta apa saja manfaatnya, hal selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah faktor apa saja yang bisa berpengaruh pada panjang tenor pinjaman. Ada beberapa pertimbangan yang kerap jadi penentu panjang atau tidaknya tenor pinjaman yang diajukan:

  • Kemampuan debitur untuk membayar cicilan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, peminjam harus pintar-pintar mengukur kemampuannya dalam membayar cicilan. Jika merasa tidak sanggup membayar dalam jumlah besar, sebaiknya ambil tenor yang lebih panjang ketimbang Anda harus mengalami gagal bayar
  • Nilai pinjaman yang diajukan. Selain kemampuan debitur, besaran pinjaman yang diajukan juga berpengaruh pada panjang tenor. Bank misalnya, cenderung menyarankan debitur untuk memilih tenor singkat (kurang dari 24 bulan) jika jumlah pinjaman yang diajukan kecil. Sebaliknya, apabila dana pinjaman yang diajukan besar, bank akan merekomendasikan debitur mengambil tenor 24 bulan (atau lebih panjang). Pinjaman seperti KTA atau KPR bahkan tersedia dalam opsi tenor yang lebih panjang hingga puluhan tahun demi memudahkan proses pelunasan.

Lembaga peminjaman juga biasanya memperhatikan berbagai hal lain terkait debitur seperti jumlah penghasilan, adanya aset dan lain sebagainya.

Meminjam dana untuk berbagai kebutuhan saat ini bisa dilakukan dengan lebih mudah lewat pinjaman online. Meski begitu, Anda tentu tetap harus bijak dalam meminjam. Pastikan Anda memang memiliki urgensi yang jelas dan pastikan juga Anda memilih tenor sesuai dengan kemampuan. Selain bisa memudahkan Anda dalam melunasi pinjaman, pemilihan tenor yang tepat juga akan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan termasuk adanya risiko gagal bayar.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.