Alasan Pinjaman Dana Online Jadi Incaran Ibu Rumah Tangga

Alasan Pinjaman Dana Online Jadi Incaran Ibu Rumah Tangga

30/03/2021

Pinjaman dana tunai non bank bisa untuk siapa saja. Salah satu yang mengincar pinjaman ini adalah ibu rumah tangga. Tanpa jaminan apapun, Anda bisa mendapatkan pinjaman meskipun plafon pinjaman tidak sebesar bank konvensional.

Maka tak heran jika fintech sebagai aplikasi penyedia produk pinjaman menjadi tempat yang ramai diakses. Ibu rumah tangga adalah salah satu nasabah yang bisa memanfaatkan pinjaman ini.

Keuntungan Pinjaman Dana Tunai non Bank Bagi Ibu Rumah Tangga

Jika meminjam uang di bank, maka Anda harus mengunjungi bank dan membawa berbagai dokumen. Prosesnya pun relatif lama bahkan butuh lebih dari sehari. Belum lagi Anda harus disurvey dahulu untuk mengetahui kelayakan pinjaman.

Pinjaman online di fintech memberikan lebih banyak keuntungan. Seorang ibu rumah tangga bisa menjadikan fintech sebagai solusi berbagai masalah keuangan mereka, seperti halnya :

  • Dana mendesak sebelum suami gajian = Uang belanja yang habis sebelum suami gajian bisa jadi petaka bagi ibu rumah tangga. Maka salah satu langkah yang bisa diambil adalah dengan ajukan pinjaman online. Ambil imit yang rendah dan tenor singkat. Jika ada dana dari gaji, maka segera lunasi.
  • Mendapatkan barang yang diinginkan = Jika menabung menjadi hal sulit bagi ibu rumah tangga, maka mengajukan pinjaman lebih mudah. Cara inilah yang bisa diambil untuk membeli apa yang Anda mau, termasuk barang konsumtif.
  • Biaya pendidikan dan pengobatan yang mendesak = Jenis biaya-biaya tidak bisa ditunda. Untuk itulah, fintech hadir untuk Anda dengan kemudahan dalam mengaksesnya dan cepat dalam prosesnya.
  • Modal usaha samping untuk dijalankan dari rumah = Jika memiliki ide usaha sampingan modal kecil, maka ajukan pinjaman di fintech sebagai solusi. Hasil dari usaha tersebut bisa digunakan dalam pembayaran cicilan. Namun sediakan dana cadangan untuk membayar cicilan manakala usaha yang dijalankan belum memberikan untung.

Ternyata ada banyak alasan kenapa fintech dan pinjaman dana tunai non bank sangat digemari ibu rumah tangga. Tentunya, cara mudah dan aksesnya yang cepat menjadi alasan lainnya. Namun, jangan sampai terjerat fintech ilegal. Pastikan fintech yang Anda pakai adalah yang resmi dan terpercaya.

 

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.