7 Kondisi Dimana Pinjaman Online Dapat Membantu Anda

7 Kondisi Dimana Pinjaman Online Dapat Membantu Anda

19/01/2022

Baik urusan pribadi ataupun bisnis, kebutuhan darurat bisa terjadi sewaktu-waktu. Kondisi ini memaksa kita untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat.

Pinjaman online bisa menjadi solusi praktis bagi Anda yang membutuhkan uang untuk keperluan mendesak. Hanya dengan gawai dan koneksi internet, Anda bisa mendapatkan pinjaman asal terpenuhi semua persyaratannya. Berikut beberapa situasi yang bisa Anda tangani dengan melakukan pinjaman online.

7 Kondisi yang Bisa Anda Atasi dengan Pinjaman Online

  1. Tidak Punya Modal Buat Usaha

Pinjaman online bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin membangun usaha tetapi tidak punya modal. Anda bisa mendapatkan modal usaha cepat dengan meminjam uang dan mengembalikannya setelah mendapatkan hasil.

Namun untuk melakukan ini, Anda perlu memperhitungkan matang-matang. Pastikan Anda bisa membayar saat jatuh tempo. Jadi, pilihlah usaha yang bisa balik modal dalam jangka pendek.

  1. Kehabisan Uang sebelum Akhir Bulan

Jumlah uang biasanya akan menipis saat tanggal tua. Jika pengeluaran terlalu banyak, bisa-bisa Anda tidak punya uang sebelum gajian lagi. Pada situasi seperti ini, pinjol bisa menjadi solusi jitu. Dengan cara ini, Anda tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah gajian, sebaiknya Anda harus berhemat. Kurangi konsumsi yang tidak perlu agar situasi serupa tidak terulang lagi.

  1. Untuk Biaya Pendidikan

Sudah mau memasuki semester baru, tetapi uang Anda belum cukup untuk bayar kuliah? Anda bisa mengatasinya dengan meminjam uang. Ini menjadi solusi yang lebih baik daripada harus cuti kuliah. Ini juga bisa menjadi solusi bagi orang tua yang belum punya cukup uang untuk bayar SPP si anak. Daripada menunggak, meminjam uang bisa menjadi solusi yang lebih baik.

  1. Butuh Biaya Pengobatan

Siapa pun tidak ingin jatuh sakit. Namun, sakit bisa terjadi kapan saja. Itulah pentingnya mengalokasikan uang khusus untuk peristiwa tak terduga, jatuh sakit misalnya. Jika tiba-tiba jatuh sakit serta tidak punya asuransi atau tabungan, apa boleh buat, Anda perlu meminjam uang untuk biaya pengobatan. Setelah sehat, Anda bisa bekerja dan mendapatkan uang untuk membayarnya.

  1. Renovasi Rumah

Pada kondisi tertentu, rumah perlu diperbaiki. Misalnya, karena materialnya yang sudah rapuh atau pintunya yang sudah rusak. Bila uang belum cukup, Anda bisa meminjam uang untuk renovasi rumah atau sekadar memperbaiki bagian rumah yang rusak.

  1. Ganti Smartphone yang Rusak

Saat ini, smartphone adalah barang wajib terutama bagi Anda yang berbisnis secara online. Jika smartphone Anda rusak dan harus ganti baru, mau tidak mau Anda harus beli lagi. Memang, ada smartphone yang bisa dibeli secara kredit. Namun jika harus tunai, Anda bisa menggunakan jasa pinjaman online apabila belum punya cukup uang.

  1. Butuh Pinjaman buat Hajatan

Hajatan adalah kegiatan yang sering ditemui terutama di kampung-kampung. Bagi Anda yang belum punya cukup uang buat syukuran kelahiran, khitanan, atau pernikahan, Anda bisa menggunakan jasa pinjol agar tetap bisa melaksanakan hajatan.

Itulah beberapa kondisi mendesak yang bisa Anda atasi dengan bantuan jasa pinjol. Jika Anda membutuhkan pinjaman, Anda bisa menggunakan aplikasi pinjaman online Finmas yang bisa Anda download di Play Store dan App Store.

Bukan sembarang pinjaman online, Finmas memberikan pelayanan yang cepat, aman, tepercaya, dan simpel. Finmas diterbitkan oleh PT. Oriente Mas Sejahtera yang telah mendapatkan izin usaha dari OJK. Jadi, Anda tak perlu khawatir dengan status legalitasnya.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.