6 Tips Mudah Mendapat Modal Usaha Lewat Bank

6 Tips Mudah Mendapat Modal Usaha Lewat Bank

15/01/2022

Memiliki bisnis sendiri adalah impian setiap orang. Namun, tak jarang impian itu harus pupus karena keterbatasan modal. Solusinya, Anda bisa mencari investor untuk usaha Anda. Sayangnya, tak semua orang memiliki kesempatan untuk menemukan investor bagi usahanya.

Cara lain yang lebih mudah adalah Anda bisa mencari modal melalui pinjaman bank. Berikut ini cara meminjam uang di bank yang patut untuk Anda simak.

Rencanakan Pinjaman Anda dengan Matang

Sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman di bank, Anda perlu terlebih dahulu melakukan perencanaan matang. Pastikan pinjaman Anda akan menjadi utang yang baik dan tidak berakhir menjadi kredit bermasalah.

Utang yang baik adalah utang yang bisa membuat Anda mendapatkan lebih banyak uang dengan modal pinjaman tersebut. Oleh karenanya, jika siklus perputaran keuangan Anda buruk, Anda bisa terjebak dalam utang buruk dan menjadikannya kredit bermasalah.

Lengkapi Syarat yang Ditentukan oleh Bank

Sebelum melakukan pinjaman di bank, pastikan persyaratan Anda lengkap. Hal ini akan memudahkan proses ketika Anda melakukan pinjaman. Jika belum mengetahui persyaratan yang dibutuhkan, Anda bisa menanyakannya ke pihak bank.

Umumnya, persyaratan yang dibutuhkan adalah fotokopi identitas (KTP dan KK), slip gaji, NPWP, buku tabungan, dan dokumen agunan atau jaminan.

Pastikan Skor Kredit Anda di BI Checking Bagus

Cara meminjam uang di bank selanjutnya adalah dengan memastikan skor kredit Anda baik. Cara melihat skor kredit ini adalah dengan melakukan BI Checking. Bank selalu melakukannya sebelum menyetujui pengajuan pinjaman Anda. Skor kredit yang buruk dapat mengakibatkan pengajuan pinjaman Anda ditolak oleh pihak bank.

Sederhananya, Anda bisa memastikan bahwa selama ini tidak pernah ada kredit bermasalah. Jika ada kredit bermasalah, segera selesaikan. Pihak bank tidak akan mau mengambil risiko untuk menyetujui pengajuan pinjaman jika skor kredit Anda buruk.

Tentukan Tenor Pinjaman Anda

Yang tak kalah pentingnya adalah menentukan tenor pinjaman. Ambil tenor yang sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan mengambil tenor yang terlalu pendek jika biaya angsurannya terlalu tinggi bagi Anda. Jangan pula mengambil tenor yang terlalu panjang jika tidak yakin kondisi keuangan Anda akan tetap stabil.

Ketika menentukan tenor, sesuaikan dengan pendapatan dan pengeluaran bulanan Anda. Tenor yang panjang cenderung ringan, tetapi memiliki bunga tinggi. Tenor yang singkat cenderung mahal, tetapi memiliki bunga lebih rendah. Kematangan perencanaan Anda sangat membantu dalam menentukan tenor ini.

Buat Pihak Bank Yakin dengan Usaha Anda

Salah satu yang dapat mendukung diterimanya pengajuan pinjaman Anda adalah dengan menunjukkan prospek bagus dari usaha Anda.

Berikan laporan keuangan dari usaha Anda. Jelaskan mengapa Anda membutuhkan tambahan modal dari pinjaman tersebut. Alasan yang masuk akal akan menjadi nilai tambah bagi bank untuk menyetujui pinjaman Anda.

Pihak bank tidak akan ragu memberikan pinjaman kepada Anda jika catatan Anda cukup baik dan berpotensi menjadi piutang baik. Bila perlu, Anda juga bisa memberikan proposal dari usaha yang akan Anda jalani untuk menambah kepercayaan dari pihak bank.

Gunakan Jaminan untuk Utang Anda

Menggunakan jaminan dalam pengajuan pinjaman Anda dapat menambah kepercayaan dari pihak bank. Pinjaman jenis ini biasanya menawarkan 70%-80% dari nilai jual jaminan. Misalnya, jika Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB motor seharga sepuluh juta rupiah, kisaran pinjaman yang akan Anda dapatkan adalah sekitar tujuh juta rupiah.

Jika Anda sudah memahami cara meminjam uang di bank dan ingin mendapatkan modal usaha, Anda bisa segera mencobanya. Jangan lupa untuk selalu mematangkan perencanaan Anda sebelum melakukan pinjaman. Utang yang baik dapat membuat usaha Anda berkembang, tetapi jika tidak diikuti dengan perencanaan yang baik, Anda bisa terseret ke dalam kredit bermasalah.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.