6 Tips Mendapatkan Modal Usaha Lewat Koperasi

6 Tips Mendapatkan Modal Usaha Lewat Koperasi

20/12/2021

Bagi pelaku bisnis, banyak cara untuk memperoleh modal usaha. Yang lebih dari berkecukupan mungkin akan mulai dari dana sendiri. Yang berbisnis dengan pihak lain mungkin akan memutuskan untuk patungan di modal awal. Ada juga yang memutuskan untuk mencari bantuan dana lain, misalnya lewat koperasi.

Sekilas Tentang Koperasi

Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 mengenai Perkoperasian, Pasal 1, koperasi adalah badan usaha dengan anggota perorangan atau badan hukum koperasi. Landasan kegiatannya sesuai prinsip koperasi, berdasarkan prinsip ekonomi kerakyatan atas asas kekeluargaan.

Tujuan Koperasi

Koperasi tidak hanya soal membantu pebisnis pemula dengan pemberian modal usaha. Tujuan koperasi adalah:

  1. Sebagai bantuan berupa perbaikan taraf hidup dan perekonomian anggota koperasi dan masyarakat sekitar mereka
  2. Sebagai bantuan dari pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil serta makmur
  3. Sebagai peningkatan tatanan perekonomian di Indonesia

Fungsi Koperasi

Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 mengenai Perkoperasian, Pasal 4, koperasi mempunyai empat fungsi, yaitu:

  1. Sebagai pembangun dan dukungan untuk mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota koperasi dan masyarakat
  2. Secara aktif berperan dalam usaha menaikkan kualitas hidup manusia, terutama pihak yang terlibat dalam kegiatan koperasi
  3. Memperkuat perekonomian rakyat untuk dasar kekuatan serta ketahanan perekonomian nasional
  4. Sebagai usaha perwujudan serta pengembangan perekonomian nasional yang berupa usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi

Pasal 5 dalam undang-undang yang sama juga menyatakan bahwa keanggotaan koperasi bersifat terbuka dan pengelolaannya secara demokratis. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) juga secara adil merata sesuai jasa masing-masing anggota.

Jadi, tidak perlu lagi untuk mengandalkan jasa koperasi untuk membantu bisnis. Apa saja tips mendapatkan modal usaha lewat koperasi?

Tips untuk Mendapatkan Modal Usaha Lewat Koperasi

Prosedur peminjaman uang lewat koperasi sebenarnya sudah diatur sesuai koperasi masing-masing. Bila ingin mendapatkan modal usaha dengan cara ini, Anda bisa:

1. Memastikan dulu koperasi tersebut sudah terdaftar di Kementerian Koperasi dan UKM

Bila sudah terdaftar, koperasi aman untuk dijadikan bantuan dalam memulai bisnis Anda.

2. Koperasi punya izin dari OJK

Sama seperti layanan financial technology (fintech), koperasi yang berizin resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), koperasi yang berizin dari OJK berarti aman. Anda tidak perlu takut mengajukan pinjaman untuk modal usaha.

3. Status koperasi yang bersangkutan masih aktif

Periksalah Nomor Induk Koperasi (NIK) untuk memeriksa status aktif mereka.

4. Menentukan alasan ingin mengajukan pinjaman

Pastikan alasan pengajuan pinjaman jelas. Misalnya: ingin membuka usaha kecil.

5. Memenuhi syarat pengajuan

Misalnya, sediakan berkas-berkas penting, seperti fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk bukti sah bahwa Anda adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Setelah mendaftar dengan dua bukti tersebut, jangan lupa penuhi syarat-syarat lain yang diminta, seperti:

  • Isi formulir
  • Sediakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), bila ingin meminjam di atas 50 juta rupiah
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Slip gaji
  • Rekening listrik
  • Surat tanah, deposito, atau berkas BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) kendaraan untuk perorangan

Selain itu, pihak koperasi bisa jadi punya persyaratan tambahan lainnya.

6. Mengikuti prosedur pengajuan pinjaman

Caranya? Datanglah langsung ke koperasi dengan semua berkas yang diperlukan. Setelah itu, tinggal tunggu kabar. Semoga pengajuan pinjaman Anda untuk modal usaha dikabulkan oleh pihak koperasi.

Inilah tips mendapatkan modal usaha lewat koperasi. Selama semua persyaratan dipenuhi, semoga usaha untuk mendapatkan bantuan dana awal akan mendukung bisnis Anda.

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.