5 Tips Sukses Memulai Usaha Online Saat Pandemi

5 Tips Sukses Memulai Usaha Online Saat Pandemi

22/12/2021

Pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung sejak 2020 telah memberi dampak serius berupa masalah ekonomi. Tidak hanya menaikkan jumlah pengangguran akibat PHK (pemutusan hubungan kerja), banyak bisnis gulung tikar karena merugi. Bagi yang baru ingin membuka usaha sendiri pasti langsung ketar-ketir.

Namun, pada kenyataannya, hidup terus berlanjut. Saatnya mengatasi rasa takut. Bagi yang ingin memulai usaha di era pandemi, bisnis online jadi pilihan banyak orang. Meskipun sudah banyak saingan, tidak perlu takut untuk mencoba jenis usaha ini.

Baru Buka Usaha Online di Tengah Pandemi? Siapa Takut?

Baru mau buka usaha online di tengah pandemi? Wajar bila masih terselip rasa ragu, apalagi saingan sudah banyak. Tidak hanya itu, ada kekhawatiran akan daya beli masyarakat yang menurun. Namun, perekonomian harus terus digerakkan, meskipun secara bertahap. Untuk itu, inilah lima tips memulai usaha saat pandemi:

1. Punya perspektif bisnis ke depan

Meskipun bukan peramal, sebaiknya hindari terlalu setuju dengan pemikiran: “Lihat bagaimana nanti.” Dalam berbisnis, tidak hanya cara menjalankan usaha di saat ini, tetapi pikirkan juga nanti. Mau dibawa ke mana bisnis online Anda? Rencanakan target jangka pendek sekaligus jangka panjang.

Tidak perlu muluk-muluk, serangkaian target jangka pendek dan satu target jangka panjang saja cukup. Setelah itu, perhatikan perkembangan bisnis dengan metode yang Anda pilih.

2. Memutuskan sasaran pasar

Siapa pangsa pasar bisnis Anda? Penentuan ini berpengaruh besar dalam maju tidaknya bisnis online Anda. Awali dengan mengenali kebutuhan orang-orang di sekitar kita. Misalnya: keluarga, teman-teman, hingga masyarakat sekitar. Pastikan produk atau layanan yang kita tawarkan sesuai kebutuhan mereka.

Setelah itu, barulah mencoba menjangkau orang-orang lain di luar lingkaran orang-orang yang Anda kenal. Intinya, mulailah dari yang paling dekat dulu.

3. Memutuskan model bisnis yang ingin ditekuni

Bila baru memulai jenis usaha online, sebaiknya fokus dulu dengan satu model bisnis. Sesuai pangsa pasar yang ingin diraih, pastikan model bisnis Anda. Misalnya: buka toko online, menawarkan jasa konsultasi online, penawaran kerja freelance, dropshipping business, dan masih banyak lagi. Selain itu pastikan juga ketersediaan dana atau modal usaha yang cukup meskipun jumlahnya tidak besar.

4. Memberikan penawaran produk atau/dan layanan

Bila ketiga tips di atas sudah dipenuhi, saatnya menyediakan penawaran produk atau/dan layanan untuk dijual. Produk bisa berupa barang secara fisik hingga layanan jasa. Yang pasti, produk harus jelas dan sesuai dengan bisnis online yang sedang Anda jalankan.

Berhubung ini bisnis online, jangan lupa sediakan platform digital tempat menawarkan barang-barang tersebut. Misalnya: website berupa toko online maupun laman media sosial. Jangan lupa, cantumkan juga kontak yang mudah dihubungi, seperti alamat email hingga nomor ponsel untuk pesan WhatsApp.

5. Mengusahakan kenaikan traffic pada toko online Anda

Dalam jenis usaha ini, mengusahakan kenaikan traffic pada toko online Anda juga sangat penting. Jangan sampai bisnis lesu gara-gara tidak banyak yang ngeh bahwa toko online Anda ada. Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan jasa kreator konten untuk berusaha menarik pengunjung sebanyak-banyaknya.

Tentu saja, kreator konten khusus toko online Anda harus paham dengan strategi SEO (search engine optimization). Bila paham SEO, konten yang dibuat untuk toko online Anda akan mudah ditemukan di mesin pencari Google. Kata kunci yang mengundang (clickbait) akan mengundang banyak pengunjung untuk mencari tahu lebih lanjut. Bila penasaran, mereka akan klik tautan menuju bisnis online Anda.

Nah, inilah tips memulai usaha online saat pandemi COVID-19. Lakukan strategi di atas dan tekunilah. Semoga jenis usaha ini cocok untuk Anda yang ingin bertahan di era pandemi.

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.