5 Tips Menghindari Pinjaman Online Ilegal

5 Tips Menghindari Pinjaman Online Ilegal

16/12/2021

Era pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak 2020 lalu menaikkan transaksi digital. Tidak hanya berbelanja di toko online, kini banyak yang menggunakan sarana pembayaran digital lainnya. Tidak heran, aplikasi financial technology (fintech) kian menjamur. Bagi yang tengah membutuhkan pinjaman uang, aplikasi fintech juga menawarkan pinjaman.

Meskipun tampaknya lebih mudah, banyak yang khawatir akan terjebak dalam pinjaman online ilegal. Terlebih lagi, sudah banyak berita mengenai korban pinjol ilegal yang sering diteror dan dilecehkan karena sulit mengembalikan pinjaman. Selain dipermalukan di media sosial, teror juga dialami keluarga dan teman-teman peminjam, hingga kehilangan segalanya.

Tidak Perlu Takut, Banyak Cara Menghindari Pinjaman Online Ilegal

Layanan pinjaman online memang sudah menarik minat banyak orang. Selain relatif lebih mudah, kita tidak perlu ribet harus ke lokasi tempat pemberian pinjaman. Semua transaksi bisa langsung dilakukan secara digital, baik lewat PC maupun ponsel.

Sayangnya, banyak oknum tak bertanggung jawab yang kemudian ikut mendirikan pinjol ilegal. Namun, tidak perlu takut. Ada banyak cara untuk menghindari jebakan dari mereka. Berikut tips menghindari pinjaman online ilegal:

1.Pakai aplikasi fintech yang secara resmi terdaftar di OJK

Untuk amannya, cek dulu daftar pinjaman online yang sudah diresmikan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Layanan pinjaman online yang sudah ada dalam daftar ini dijamin aman. Anda bisa langsung melapor ke OJK bila merasa dirugikan oleh pinjol yang sudah Anda pilih untuk digunakan. Tanpa melapor pun, pinjol ini secara langsung sudah dimonitor oleh OJK.

Bila fintech tersebut tidak ada dalam daftar OJK, sebaiknya jangan menggunakan jasanya. Tidak ada jaminan perlindungan konsumen yang jelas bila suatu saat Anda merasa dirugikan.

2.Periksa legalitas serta rekam jejak digital pinjol yang bersangkutan

Pastikan identitas pemilik dan alamat kantor layanan pinjol tersebut jelas. Selain itu, cek juga rekam jejak digital mereka. Anda bisa melakukannya dengan membaca ulasan para pengguna pinjol yang bersangkutan. Banyaknya ulasan (review) positif seputar pinjol tersebut bisa menjadi indikator keamanan saat menggunakannya.

3.Sebaiknya tidak mengajukan pinjaman yang terlalu besar

Tawaran pinjaman jumlah besar dengan cara mudah memang sangat menggiurkan, apalagi bila kebetulan sedang membutuhkan banyak uang. Sebelum mengiyakan, sebaiknya cek dulu persyaratan yang berlaku. Jangan sampai Anda kesulitan membayar kembali di kemudian hari.

Bahkan, sebisa mungkin hindari pinjaman yang nominalnya terlalu besar. Pilihlah yang sesuai kemampuan.

4.Hati-hati terhadap kemungkinan dicurinya data-data pribadi

Setiap membuka akun digital apa pun, mengisi registrasi biodata memang perlu. Namun, waspadalah dengan biodata yang mensyaratkan foto KTP, NPWP, hingga kartu ATM. Terlebih lagi, banyak juga fintech yang meminta foto pribadi bergaya selfie dengan memegang KTP.

Cara di atas kemudian hari bisa disalahgunakan oleh pihak dalam ranah digital tersebut. Jangan lupa cek ulang dengan OJK bila masih merasa ragu.

5.Periksa syarat, ketentuan, serta kebijakan

Meskipun terasa panjang dan menjemukan, memeriksa syarat, ketentuan, serta kebijakan sebelum menekan tombol ‘daftar’ sangat penting. Waspada bila data-data yang diminta sama sekali tidak ada hubungannya dengan penggunaan aplikasi pinjaman online tersebut.

Bila masih ragu, Anda bisa lakukan screenshot pada kolom registrasi pinjol dan tanyakan pada OJK. Dari situ, Anda bisa tahu mengenai keamanan menggunakan pinjol tersebut.

Nah, inilah lima tips menghindari pinjaman online ilegal. Menggunakan fintech untuk ragam transaksi digital sebenarnya praktis, terutama di era pandemi. Namun, sebaiknya tetap waspada dan lakukan seleksi cermat agar keuangan dan data pribadi tetap aman.

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.