5 Kondisi yang Sebaiknya Anda Hindari Saat Melakukan Pinjaman non Bank

5 Kondisi yang Sebaiknya Anda Hindari Saat Melakukan Pinjaman non Bank

09/04/2021

Pinjaman tanpa jaminan non bank tidaklah untuk semua orang. Ada kondisi dimana Anda sebaiknya menghindari pengajuan pinjaman. Hal ini sangat penting untuk dicatat bagi semua orang.

Pinjaman non bank sendiri kini semakin beragam. Salah satunya alah pinjaman online yang diselenggarakan oleh fintech. Akses dan syaratnya mudah. Namun sebelum mengajukan permohonan pinjaman, lihat dulu kondisi Anda.

Sebaiknya Tidak Ajukan Pinjaman Tanpa Jaminan Non Bank Pada Kondisi Ini

Kondisi finansial semua orang tentu tidaklah sama. Agar terhindar dari depresi akibat tekanan hutang yang tinggi, maka jangan ajukan pinjaman pada kondisi seperti di bawah  ini :

  • Memiliki aset untuk dijual = Jika ada aset yang bisa dijual sebaiknya hindari berhutang. Hal ini dikarenakan ada bunga dan biaya-biaya lain yang wajib dibayarkan.
  • Sedang sakit dan tidak produktif = Cicilan perbulan hukumnya wajib dibayarkan atau sesuai dengan waktu tenor yang disepakati. Jika dalam kondisi tidak produktif, hindari hutang karena akan meningkatkan resiko kredit macet yang merugikan.
  • Memiliki hutang dan kredit macet di tempat lain = Hindari gali lubang tutup lubang. Sebisa mungkin lunasi hutang di satu tempat dulu baru kemudian berhutang kembali jika kekurangan dana. Saat hal ini tidak dihiraukan maka yang akan terjadi adalah Anda kesulitan membayar, seperti halnya nasabah yang sudah terlanjur memiliki hutang di lebih dari satu hingga puluhan pinjol.
  • Gaji tidak cukup untuk membayar angsuran = Simulasi pinjaman sangat penting dalam hal ini. Jangan abaikan tahapan ini untuk memastikan gaji dan penghasilan   cukup untuk pembayaran cicilan.
  • Suka menunda cicilan = Menunda bisa menjadi kebiasaan. Jangan terapkan kebiasaan ini dalam pembayaran cicilan yang sifatnya wajib. Selain menimbulkan biaya tambahan berupa denda, Anda akan mengalami tekanan akibat hal tersebut.

Pinjaman fintech maupun pinjaman tanpa jaminan non bank lainnya memang sangat mudah diakses. Namun bukan berarti Anda bisa memakainya tanpa perhitungan dan pertimbanga. 

Pinjamlah dana secara bijak yang tidak akan merugikan diri sendiri maupun pihak pemberi pinjaman. Fintech resmi selalu hadir untuk membantu Anda dalam memenuhi kebutuhan finansial dan memilinalisir setiap resiko yang ada.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.