5 Ide Cuan Selama PPKM yang Tidak Mengganggu Rutinitas Rumah Tangga

5 Ide Cuan Selama PPKM yang Tidak Mengganggu Rutinitas Rumah Tangga

22/10/2021

Menjalankan bisnis adalah salah satu cara untuk punya penghasilan tambahan. Namun tidak semua ibu rumah tangga memiliki keistimewaan untuk membuka bisnis hype seperti coffee shop kekinian. Terkadang, kendala utamanya adalah tidak tersedianya waktu luang karena rutinitas sehari-hari yang padat. Apalagi selama PPKM diperketat, pekerjaan sehari-hari di rumah jadi semakin banyak.

Tenang, Sahabat Finmas! Di artikel ini kami akan berbagi beberapa ide bisnis yang justru memanfaatkan rutinitas rumah tangga. Jadi kamu bisa buka bisnis sendiri, tanpa worry! Bahkan untuk kamu yang tidak memiliki modal cukup, kamu tetap bisa kok mewujudkan ide usahamu dengan pinjaman modal usaha Finmas.

Bisnis Catering

 

Jika setiap hari kamu masak hidangan untuk seluruh anggota keluarga, kenapa tidak masak lebih banyak untuk dijual? Menunya bisa disesuaikan dengan apa yang hendak kamu masak. Menu masakan rumahan biasa pun tidak masalah, karena setiap hari pasti ada saja ibu rumah tangga yang malas masak. Iya, kan?

Misalkan, kamu berniat masak nasi, sop daging, telur balado, dan kerupuk. Sehari sebelumnya, kamu bisa tawarkan menu tersebut ke tetangga lewat Whatsapp atau Instagram. Dengan begitu kamu bisa membeli bahan makanan dan memasak sesuai kebutuhan keluarga ditambah jumlah pesanan yang diterima.

Kue, roti, dan kopi juga bisa jadi pilihan kuliner yang menarik untuk kamu jual. Apalagi jika setiap hari kamu sarapan dengan menu tersebut. Selama proses pembuatannya tidak mengganggu rutinitas kamu, kenapa harus ragu untuk jualan dan cari cuan?

Guru Privat

 

Mengajarkan keahlian adalah contoh ide bisnis yang minim modal. Kamu bisa membuka jasa guru privat yoga atau mata pelajaran matematika sekolah dasar, misalnya. Kamu yang menguasai bahasa asing seperti bahasa Arab atau Korea juga bisa memanfaatkan keahlian tersebut untuk menjadi penerjemah.

Kalau kamu masih ragu untuk menjual keahlianmu, berarti kamu perlu tahu info berikut ini, Sahabat Finmas: selama pandemi, kebutuhan akan pengembangan diri ternyata meningkat cukup tinggi. Artinya, banyak orang di luar sana yang ingin belajar keahlianmu. Selama kamu memiliki internet dan kamera, kamu bisa mengajarkan apapun keahlianmu secara online. Kecuali mengajar berenang, kali ya? Karena sepertinya akan susah untuk belajar berenang lewat aplikasi Zoom.

Content Creator

 

Kamu punya internet dan kamera tapi tidak merasa punya keahlian untuk dijual? Jadi content creator saja! Coba deh sharing hobi kamu lewat Youtube, Instagram atau Tiktok. Kamu hobi belanja? Cobalah jadi reviewer. Meskipun kamu bukan expert, tapi ulasan produk dari kamu bisa membantu calon pembeli lain untuk mengambil keputusan, lho!

Kalau kamu tidak hobi belanja, kamu bisa membuat konten memasak atau bersih-bersih rumah. Peminat konten seperti itu cukup banyak, lho! Apalagi jika kamu gabungkan dengan konsep ASMR. Jadi suara yang terdengar adalah suara alami dari kondisi sehari-hari, sementara topik yang ingin kamu sampaikan cukup ditampilkan lewat teks saja. Konten seperti ini sedang banyak disukai wanita karena termasuk konten relaksasi yang bisa meredakan stres dan rasa jenuh.

Kalau kamu bisa konsisten untuk bikin konten, jangan kaget jika kamu mulai menerima penghasilan adsense dari Youtube atau dapat tawaran kerjasama dari brand-brand besar, ya!

Reseller Produk Kecantikan

 

Tidak keluar rumah selama PPKM bukan berarti kamu tidak boleh dandan cantik setiap hari, dong? Asalkan tidak berlebihan, kamu tetap bisa merawat dan memanjakan diri lewat penggunaan produk-produk kecantikan favoritmu. Bahkan, kalau kamu memang percaya dengan kualitas produk favoritmu kenapa tidak mendaftarkan diri menjadi reseller saja?

Kamu bisa berjualan produk kecantikan dengan menjadikan diri kamu sendiri sebagai bukti nyata dari khasiat produknya. Kecantikanmu bisa bikin kamu semakin disayang suami dan kebanjiran order. Asik, bukan?

Jasa Cetak Kertas Mewarnai

 

Selama pandemi, kebijakan Work From Home bisa membuat kita lebih dekat dengan keluarga. Tapi di sisi lain, bekerja dari rumah terkadang kurang ideal untuk kegiatan meeting online karena buah hati kita yang sedang aktif-aktifnya.

Salah satu cara paling mudah dan murah untuk menenangkan si kecil adalah dengan memberikan alat gambar dan kertas mewarnai. Jika kamu punya printer di rumah, kamu bisa menghemat biaya dengan mencetak sendiri gambar polos dari internet untuk diwarnai oleh si kecil.

Selain bisa menghemat, punya printer di rumah juga bisa menghasilkan cuan, lho Sahabat Finmas! Kamu bisa menjual kertas mewarnai ke tetangga yang punya anak kecil juga. Tentu semua ibu ingin buah hatinya anteng dan tidak mengganggu ayahnya yang sedang meeting sama bos dan klien, bukan?

Di toko online, harga printer yang dilengkapi scanner dimulai dari harga 600-an ribu rupiah. Jika kamu butuh tambahan modal untuk membeli printer atau modal bisnis, kamu bisa mengajukan pinjaman ke Finmas melalui aplikasi Android atau pun iPhone. Membeli printer jenis ini bisa dianggap investasi rumah tangga juga karena dapat kamu manfaatkan untuk men-scan atau mencetak berbagai dokumen penting. Jadi tidak perlu bergantung sama tukang fotocopy lagi.

Jadi itulah 5 ide cuan selama PPKM yang tidak mengganggu rutinitas kamu. Semoga artikel ini bisa menginspirasi kamu untuk berani menjalankan bisnis, ya! Ingat, modal terpenting dalam berbisnis adalah kepercayaan diri. Semua bisa menjalankan bisnisnya sendiri jika sudah punya keyakinan yang tinggi.

Nah, agar kamu tidak cuma modal semangat doang, cek dulu 5 langkah memulai bisnis rumahan yang sudah pernah kami share, ya. Semoga artikel tersebut bisa membantu kamu cari cuan selama PPKM. Semangat berbisnis, Sahabat Finmas!

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.