5 Ciri Anda Membutuhkan Pinjaman Modal Usaha

5 Ciri Anda Membutuhkan Pinjaman Modal Usaha

18/12/2021

Sekarang sudah banyak yang berani membuka bisnis sendiri, mulai dari bisnis perorangan, bisnis keroyokan, hingga bisnis antarteman. Apa pun itu, dana sebagai modal usaha pastinya harus siap. Kalau tidak, bisnis akan sulit untuk berjalan, apalagi berkembang. Bohong saja kalau ada bisnis yang tidak membutuhkan modal sama sekali.

Namun, sebesar apa modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis sendiri? Dari mana Anda bisa tahu bahwa Anda membutuhkannya, terutama dalam jumlah tertentu? Terlebih lagi, Anda baru memulai bisnis untuk pertama kalinya. Meskipun sudah pernah menekuni pendidikan bisnis di perguruan tinggi, semua bisa terjadi saat praktik di lapangan.

Ciri-ciri Modal Usaha Dibutuhkan untuk Membantu Bisnis Anda:

Inilah beberapa ciri Anda membutuhkan modal usaha agar bisnis bertahan lama dan berkembang:

1. Usaha masih sering merugi

Niatnya mau untung, tetapi malah sering merugi? Jangan-jangan target bisnis Anda yang masih kurang realistis. Misalnya, langsung berharap balik modal dalam waktu satu-dua tahun pertama. Padahal, modal awal yang dimiliki juga tidak memungkinkan untuk target seperti itu. Belum lagi beban operasional dan persaingan yang cukup sulit.

Tidak perlu malu bila memang membutuhkan modal usaha. Yang penting, pastikan bisnis bertahan dulu hingga kuat menjejak.

2. Banyaknya kerusakan pada inventaris

Stok barang sesuai jenis usaha dibutuhkan untuk mempertahankan laju bisnis. Sayangnya, Anda ternyata sering kekurangan stok barang gara-gara banyaknya kerusakan pada inventaris. Jadi, modal yang dimiliki belum cukup untuk mengganti kerusakan tersebut dalam waktu cepat.

Jangan takut untuk meminta bantuan terkait modal tambahan. Selain memperlancar operasional, cara ini juga dapat membantu mengatasi masalah kerusakan inventaris. Bila order naik, semoga tak ada lagi cerita proses produksi terhambat.

3. Rencana untuk memperluas usaha

Bayangan Anda, bisnis yang dibangun suatu saat akan sukses di tempat pertama. Langkah selanjutnya tentu saja memperluas usaha. Agar hal itu dapat terwujud lebih mudah, tentu saja butuh modal usaha yang mencukupi. Manfaatkan pinjaman modal usaha agar simpanan tidak cepat menipis demi biaya ekspansi bisnis.

4. Ingin menjaga arus kas

Bila bisnis masih kecil dan baru berjalan, menjaga arus kas tetap stabil adalah langkah penting di awal. Terlebih lagi, masalah bisa saja terjadi sehingga arus kas terganggu. Misalnya, barang belum banyak laku terjual, sementara Anda harus tetap membayar gaji karyawan. Bagaimana mungkin bila pemasukan tidak mencukupi?

Selain itu, masih ada tren yang harus diikuti dan beberapa tagihan lain, seperti listrik dan internet. Belum lagi bila kantornya masih menyewa tempat. Untuk itu, manfaatkan pinjaman jangka pendek dengan nominal sesuai kebutuhan. Pastikan juga tenggat waktu pengembalian dan bunga tidak terlalu besar.

5. Persiapan untuk menghadapi perubahan pasar

Namanya tren pasti cepat berganti. Bisa jadi stok barang yang tersedia sudah tidak diminati lagi. Bisa juga saingan mulai bertambah banyak sehingga Anda harus memikirkan inovasi bisnis selanjutnya. Perubahan dalam dinamika bisnis pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit, apalagi bila Anda memutuskan untuk mencoba model bisnis baru.

Alur bisnis dinamis dan tidak selalu bisa diprediksi. Untuk itu, ada baiknya kita memiliki modal usaha yang lebih dari cukup. Misalnya, bila dana yang dibutuhkan untuk bisnis sebesar minimal satu juta rupiah, maka sediakanlah setidaknya tiga hingga lima juta rupiah. Setidaknya, bila cara pertama gagal, masih ada persediaan dana untuk cara berikutnya.

Inilah lima ciri Anda membutuhkan modal usaha untuk bertahan lama dan berkembang. Sebagai pemilik bisnis sendiri, jangan lupa untuk memisahkan rekening tabungan untuk bisnis dengan keperluan pribadi.

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.