5 Cara Memulai Usaha Online di Masa Pandemi

5 Cara Memulai Usaha Online di Masa Pandemi

06/11/2021

Usaha online menjadi salah satu cara mendapat penghasilan yang makin hari makin banyak diminati. Pasalnya, aktivitas ini memungkinkan pelakunya mendapat keuntungan lebih besar dan memiliki kontrol lebih bebas dibandingkan bekerja di instansi tertentu.

Di samping itu, kini banyak pula sumber modal yang bisa diperoleh. Penyedia pinjaman modal usaha awal makin gampang ditemui dan diakses. Dana pinjaman pun bahkan bisa cair dalam hitungan menit.

Kendati begitu, usaha online juga bukannya bebas dari tantangan. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan dengan matang sebelum memulainya. Nah, jika Anda juga berniat untuk melakoni bisnis ini, berikut adalah tips memulai usaha online yang perlu dilakukan.

Cari Tahu Permintaan Pasar

Setiap pelaku usaha harus mampu mengetahui apa yang menjadi permintaan pasar sehingga dapat menentukan produk yang akan dijual. Bagaimanapun, semenarik apa pun produk yang ditawarkan, jika tidak ada permintaan pasarnya, tentu akan sia-sia, bukan?

Mulailah dengan melakukan riset terhadap tren maupun kebutuhan esensial pasar. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan, mulai dari mengidentifikasi produk apa yang dibicarakan banyak orang (termasuk dijual di marketplace), melihat di Google Trends, melakukan survei, dan sebagainya.

Siapkan Produk yang Akan Dijual

Kualitas produk adalah salah satu kunci pokok keberhasilan bisnis. Produk yang berkualitas apik dan konsistensi mutunya terjaga dapat memuaskan konsumen. Konsumen yang puas itulah yang akan menjadi kunci keberlangsungan usaha.

Sayangnya, kualitas produk saja tidak cukup. Anda juga harus bisa memberi nilai keunggulan lainnya dibandingkan kompetitor. Nilai ini bisa bermacam-macam bentuknya, seperti pelayanan lebih yang diberikan (garansi produk, pengiriman cepat, dan sebagainya), kemasan yang unik dan bermanfaat, harga lebih kompetitif, dan lain sebagainya.

Tentukan Target Pasar

Setelah tahu produk apa yang akan disajikan, tentukan siapa yang menjadi target pasar Anda. Segmentasi ini tidak cuma yang bersifat demografis, tetapi juga psikografis. Dua hal inilah yang akan menentukan langkah-langkah pemasaran Anda selanjutnya.

Seperti contoh, Anda akan menjual busana muslim wanita bergaya dengan range harga 200-300 ribu rupiah. Anda akan menargetkan wanita berusia 23-40 tahun yang stylish, tertarik dengan tren OOTD, dan sebagainya. Dari situ, Anda tentu perlu membuat promosi yang sesuai dengan kelompok tersebut.

Pilih Media yang Tepat

Anda bisa bergabung di marketplace untuk memperluas pangsa pasar. Sebagai referensi, saat ini Tokopedia dan Shopee menjadi marketplace paling banyak dipilih masyarakat Indonesia. Masing-masing pun memiliki karakter konsumen yang berbeda.

Namun, jangan hanya menggantungkan pada marketplace semata. Lakukan pula promosi seperti di Instagram, TikTok, Facebook, dan Twitter untuk meningkatkan awareness pasar terhadap produk Anda. Buatlah branding dengan baik untuk menunjang usaha jangka panjang.

Buat Alokasi Anggaran yang Matang

Selain menyiapkan produk, Anda juga perlu menyiapkan bujet lainnya seperti biaya promosi. Alih-alih menjadikannya beban, biaya promosi justru menjadi investasi Anda untuk meningkatkan peluang kesuksesan.

Jika total modal yang perlu Anda siapkan cukup besar, tak ada salahnya untuk melakukan pengajuan modal usaha di aplikasi pinjaman online OJK. Pilihlah aplikasi yang legal dan dapat memberi pinjaman dengan tenor dan bunga terjangkau sesuai kemampuan bayar Anda.

Di Finmas misalnya, Anda bisa mengajukan pinjaman modal usaha hingga Rp5 juta dan pengembalian 90 hari. Proses pencairan dananya pun cepat sehingga Anda bisa segera menggunakannya sesuai kebutuhan.

Memulai usaha online tidak semudah yang terlihat, tetapi juga tidak sesulit yang dibayangkan. Asal persiapan dan perencanaan yang matang didukung konsistensi yang gigih, Anda bisa menghasilkan keuntungan berlimpah melalui usaha online.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.