4 Tips Agar Pinjaman Uang Online Cepat Cair

4 Tips Agar Pinjaman Uang Online Cepat Cair

12/11/2021

Akses memperoleh pinjaman modal usaha maupun kebutuhan pribadi yang aman dan terjamin kini semakin mudah. Per Oktober 2021, jumlah perusahaan penyedia aplikasi pinjaman online OJK telah mencapai lebih dari 100. Masyarakat pun punya banyak kesempatan untuk memilih penyedia jasa kredit mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya.

Secara umum, syarat pinjaman online pun relatif mudah. Proses pengajuannya ringkas, pencairan dananya juga relatif cepat. Walau begitu, ada kalanya sebagian orang harus menunggu lebih lama pencairan kreditnya—beberapa bahkan ditolak.

Nah, jika Anda sedang membutuhkan dana pinjaman online yang aman dan cepat, jangan khawatir. Berikut beberapa tips agar dana pinjam uang online cepat cair yang bisa Anda lakukan.

Cari Aplikasi Pinjaman Online OJK yang Cepat Cair

Tidak semua aplikasi pinjaman online OJK bisa mencairkan dana dengan cepat. Beberapa membutuhkan waktu hingga berhari-hari, sementara beberapa lainnya bisa mencairkan dalam kurun waktu 24 jam saja.

Tentunya, pelajari pula informasi pendukung lainnya. Jangan sampai hanya ingin yang paling cepat, tetapi bunga yang diberikan justru sangat tinggi dan akan membebani di kemudian hari.

Pilihlah produk aplikasi pinjaman online OJK yang menawarkan keseimbangan antara kecepatan pencairan, limit pinjaman, bunga yang dibebankan, dan syarat serta ketentuan lainnya. Finmas dari Sinar Mas misalnya, bisa jadi alternatif terbaik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Perhatikan Domisili Persyaratan

Sayangnya, tidak semua aplikasi penyedia pinjam uang online resmi OJK menawarkan kredit untuk seluruh wilayah. Beberapa aplikasi baru bisa meminjamkan dana pada nasabah yang berada di wilayah tertentu, umumnya kota-kota besar.

Kalau sudah begitu, secara otomatis pengajuan Anda tidak akan diterima apalagi dicairkan. Oleh sebab itu, ketahui terlebih dahulu layanan aplikasi yang Anda incar. Biasanya informasi mengenai domisili ini ditampilkan di situs, aplikasi, maupun ketika proses pendaftaran atau pengajuan.

Penuhi Persyaratan dengan Benar

Syarat pinjaman online yang paling umum dan mendasar adalah sebagai berikut.

  • Warga Negara Indonesia
  • Berusia 21 sampai 60 tahun
  • Melampirkan bukti identitas asli (KTP)
  • Memiliki pekerjaan atau penghasilan

Selain itu, Anda nantinya akan diminta untuk melengkapi beberapa informasi pribadi mendasar seperti alamat email, nomor telepon aktif, dan rekening yang digunakan. Tentunya, data-data ini harus diisi dengan lengkap dan benar.

Alamat email akan diperlukan untuk proses verifikasi pendaftaran. Selanjutnya, nomor telepon biasanya akan dipakai untuk melakukan proses verifikasi untuk pengajuan. Adapun rekening yang digunakan menjadi tujuan pihak aplikasi kredit mengirimkan dana pinjaman.

Memiliki Riwayat Kredit yang Baik

Seluruh riwayat pinjaman pada lembaga penyedia kredit yang legal akan termonitor pada sistem OJK (SLIK). Dari sini, aplikasi yang jadi tujuan Anda meminjam dana dapat melihat riwayat kredit Anda.

Jika Anda memiliki histori yang kurang baik seperti telat membayar atau bahkan gagal bayar (terutama jika pernah beberapa kali), maka pihak aplikasi akan memiliki pertimbangan sendiri. Bagaimanapun, mereka tentu mengharap pengembalian dana yang lancar untuk menjaga operasional bisnis dan pengembalian dana ke debitur, bukan?

Pencairan dana pinjaman dari aplikasi pinjam uang online umumnya lebih cepat dibandingkan pencairan dana dari bank. Proses verifikasi yang dilakukan pun relatif tidak sekompleks proses verifikasi dari instansi perbankan. Kendati begitu, pastikan Anda memahami betul produk dan layanan serta memenuhi syarat-syarat yang diajukan oleh pihak aplikasi seperti di atas agar dana pinjaman dapat segera cair, ya!

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.