4 Jenis Pinjaman Modal Usaha dari Bank yang Perlu Anda Ketahui

4 Jenis Pinjaman Modal Usaha dari Bank yang Perlu Anda Ketahui

30/12/2021

Pandemi covid-19 yang berkepanjangan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan berniat untuk membuka usaha. Sebagai pelaku usaha pemula tentunya membutuhkan pinjaman uang pribadi sebagai modal bisnis. Tidak hanya pelaku bisnis baru, banyak pelaku bisnis lama yang juga membutuhkan dana untuk mempertahankan ataupun mengembangkan bisnis yang sudah ada.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena keterbatasan modal mendirikan usaha baru atau ekspansi bisnis saat ini, bisa diatasi dengan mengajukan pinjaman modal usaha. Anda, tinggal mempertimbangkan jenis pinjaman modal usaha yang sesuai dengan kondisi bisnis yang dimiliki.

Nah, berikut ini adalah beberapa jenis pinjaman modal usaha sebagai referensi agar Anda bisa memilih sesuai kebutuhan.

Jenis Pinjaman Modal yang Perlu Anda Ketahui

Ada banyak jenis pinjaman modal usaha berikut ini yang bisa Anda pertimbangkan sebagai solusi pinjaman uang pribadi:

  1. Invoice Financing

Setiap pemilik bisnis akan menghadapi berbagai tantangan dalam berbisnis, salah satunya adalah arus kas yang tidak lancar. Seringkali kondisi ini menjadi beban para pelaku usaha karena menghambat pembayaran invoice. Invoice Financing bisa menjadi solusi terhadap masalah ini.

Invoice Financing merupakan salah satu solusi pendanaan yang dianggap populer bagi bisnis saat ini. Bagaimana tidak, Invoice Financing menawarkan mekanisme yang cukup sederhana saat memberikan modal usaha dengan proses yang terbilang cepat. Bahkan beberapa jenis usaha melakukan pembayaran melalui invoice dengan durasi pencairan dana dari 30 hingga 90 hari.

Anda tidak harus mengalami kesulitan berarti saat pengajuan pinjaman dana ke bank  jika memanfaatkan Invoice Financing ini. Anda bisa mengatasi masalah pembayaran operasional yang ada sekaligus mengembangkan usaha memanfaatkan dana dari Invoice Financing ini.

  1. Account Payable Financing

Account Payable Financing merupakan sebuah fasilitas dari bank guna membiayai modal kerja para pembeli, buyer, atau pedagang barang dan jasa. Dana pinjaman ini digunakan untuk membayar tagihan dari pesanan barang dan jasa kepada produsen, suplier, atau penjual.

Bank akan melakukan pembayaran terlebih dahulu pada  pembeli, buyer, atau pedagang yang sudah mempunyai fasilitas pembiayaan ini. Jumlah pembayarannya tergantung pada nilai invoice dari produsen, suplier, ataupun penjual terkait.

  1. Buyer Financing

Buyer Financing merupakan pinjaman yang disediakan oleh bank bagi Anda yang melakukan pembelian barang secara berkala dengan jumlah dana yang besar.  Pasalnya, setiap  pelaku usaha yang membeli barang mahal yang dilakukan secara periodik, harus dapat menjaga agar arus kas perusahaan tidak terhambat.

Untuk menjaga kelancaran arus kas perusahaan ini, pelaku usaha bisa memanfaatkan fasilitas Buyer Financing  ini. Pemilik bisnis dapat memakai surat pemesanan pembelian atau purchase order dan atau invoice kepada perusahaan ritel besar,  sebagai dokumen dasar bagi pengajuan pinjaman dana dari bank terkait.

  1. Account Receivable Financing

Pinjaman modal kerja ini menjadi sebuah solusi pembiayaan untuk kemudahan dan kelancaran bisnis. Account Receivable Financing atau AR Financing merupakan pembiayaan piutang bagi pelaku usaha. Jika Anda sebagai pemilik bisnis mengalami kekurangan dana karena piutang yang belum dibayar,  bisa mengajukan pinjaman ini ke bank.

Namun, Anda wajib menjaminkan piutang yang Anda miliki sebagai alat untuk memperoleh suntikan dana dari bank. Pinjaman ini wajib dilunasi termasuk bunganya dalam kurun waktu yang telah disepakati.

Demikian penjelasan selengkapnya tentang jenis pinjaman modal usaha yang bisa Anda manfaatkan sebagai pelaku usaha. Tentunya jika ingin mengajukan pinjaman uang pribadi ini harus di sesuaikan  dengan situasi dan kondisi keuangan serta kebutuhan bisnis Anda. Jadi, siap untuk mengembangkan dan melancarkan arus kas Anda tanpa ribet?

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.