3 Tips Penting Menghitung Besar Bunga Pinjaman Pribadi

3 Tips Penting Menghitung Besar Bunga Pinjaman Pribadi

11/01/2022

Pinjaman online (pinjol) merupakan salah satu cara cepat untuk mendapatkan dana pinjaman. Seperti halnya pinjaman konvensional, operator pinjol juga mengharuskan debitur membayar syarat pinjaman pribadi berupa bunga pinjaman.

Besar bunga masing-masing aplikasi pinjol sangat berbeda-beda tergantung kebijakan perusahaan. Bunga pinjaman yang terlampau besar membuat Anda akan mengeluarkan dana yang besar pula. Sebelum keliru memilih aplikasi pinjol yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda, berikut tips menghitung besar bunga pinjaman.

Jenis Bunga di Aplikasi Pinjol

Terdapat dua jenis bunga yang ditawarkan oleh aplikasi pinjol, yakni bunga harian dan bunga bulanan. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rata-rata pinjol legal dan telah terdaftar menerapkan bunga 0,4% per hari. Artinya, bila Anda meminjam dana selama 1 bulan penuh, bunga pinjaman yang harus dibayarkan adalah sebesar 12%.

Sementara itu, beberapa aplikasi pinjol lainnya memberikan sistem bunga bulanan kepada para debitur. Rata-rata bunga bulanan yang dibebankan mulai dari 2,5% hingga 6%. Dengan adanya perbedaan bunga ini, sebaiknya Anda lebih hati-hati dalam memilih aplikasi pinjol. Jangan sampai aplikasi yang dipilih justru membuat Anda makin terbebani.

Misalnya, bila Anda ingin meminjam sejumlah dana dan yakin bisa mengembalikannya dalam 15 hari mendatang, sebaiknya gunakan jasa pinjol yang menawarkan bunga harian. Sementara itu, ketika Anda ingin meminjam dana dengan tenor 1 bulan atau lebih, sangat disarankan untuk memilih pinjol yang memberikan bunga bulanan karena hitungannya lebih terjangkau.

Cara Menghitung Besar Bunga Pinjaman

Bunga merupakan syarat pinjaman pribadi yang harus diperhatikan dengan baik. Ini akan menjadi acuan Anda untuk mengatur keuangan sehingga bisa melunasi pinjaman tepat waktu.

Misalnya Anda meminjam dana sebesar Rp1.200.00 di pinjol A. Tenor pinjaman adalah 1 bulan dengan bunga 6% tiap bulannya. Besar bunga yang harus Anda bayarkan adalah  Rp1.200.000 x 6% = Rp72.000, sedangkan total dana yang harus dikembalikan adalah Rp1.200.000 + Rp72.000 = RP1.272.000.

Contoh lainnya, Anda meminjam uang dari sebesar Rp4.000.000 dengan bunga 6% per bulan dan tenor pinjaman 4 bulan. Maka besar bunga yang harus dibayar tiap bulannya adalah Rp4.000.000 x 6% = Rp240.000. Karena tenor pembayaran berlangsung selama 4 bulan, angsuran yang wajib Anda bayarkan tiap bulan adalah Rp1.240.000. Total biaya yang harus Anda bayarkan sampai akhir durasi pinjaman Rp1.240.000 x 4 = Rp4.960.000.

Proses perhitungan besar bunga ini juga berlaku untuk pinjaman yang memberlakukan bunga harian. Misal, Anda meminjam dana sejumlah Rp500.000 di pinjol B dengan tenor 15 hari. Besar bunga yang dibebankan adalah 0,4% per hari. Maka besar bunga yang wajib Anda bayarkan adalah:  Rp500.000 x 0,4% x 15 = Rp30.000. Jadi total dana yang harus Anda kembalikan adalah Rp500.000 + Rp30.000 = Rp530.000.

Komponen Biaya Lain di Pinjol

Ketika meminjam dana di pinjol, umumnya ada beberapa yang dibebankan kepada peminjam, selain bunga pinjaman. Beberapa biaya di antaranya biaya administrasi, biaya layanan, biaya provisi, dan biaya keterlambatan. Karena itu, terkadang seseorang tidak mendapatkan pinjaman dalam jumlah utuh karena ada potongan dari biaya administrasi, biaya layanan, dan biaya provisi. Sementara itu, biaya keterlambatan harus dibayarkan peminjam jika terlambat membayar cicilan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Secara umum, penetapan persentase biaya di pinjol antara lain:

  • Biaya administrasi: 1% dari total pinjaman
  • Biaya layanan: 1% dari total pinjaman
  • Biaya provisi: 5-8% dari total pinjaman
  • Biaya keterlambatan: 1-3%, sesuai dengan lamanya durasi keterlambatan.

Demikianlah cara menghitung besar bunga dan syarat pinjaman pribadi lainnya yang harus Anda ketahui sebelum mengajukan pinjaman di aplikasi pinjol tertentu. Semoga bermanfaat.

PERHATIAN