3 Cara Menghindari Risiko Gagal Bayar Pinjaman Online

3 Cara Menghindari Risiko Gagal Bayar Pinjaman Online

10/11/2021

Syarat pendaftaran mudah, proses pengajuan kredit ringkas, dan pencairan dana cepat menjadi keunggulan aplikasi pinjaman online OJK dibandingkan layanan kredit di instansi perbankan umumnya. Maka dari itu, masyarakat pun jadi lebih tertarik untuk memanfaatkan fasilitas ini.

Walau begitu, layanan ini juga bukannya tidak berisiko. Salah satu risiko utama pinjaman online adalah gagal bayar, bahkan sampai menunggak utang terlalu besar. Kalau sudah begitu, konsekuensinya bermacam-macam hingga namanya tercoreng dalam SLIK OJK sehingga sulit ke depannya jika membutuhkan kredit lagi.

Oleh sebab itu, setiap calon debitur perlu mempertimbangkan banyak hal agar hal tersebut tak terjadi. Setidaknya, berikut adalah tiga cara menghindari risiko gagal bayar pinjam uang online yang bisa dilakukan.

Pilih Aplikasi Pinjaman Online Resmi dengan Bunga Terjangkau

Mulailah dengan hal paling mendasar: pilih aplikasi pinjaman online yang resmi dan mendapat izin OJK. Kini tercatat ada 107 platform kredit online yang telah berlisensi sehingga aman untuk dimanfaatkan.

Setelah itu, carilah aplikasi pinjaman online yang menawarkan bunga terjangkau dengan track record bagus. Jangan sampai hanya mengandalkan bunga yang paling rendah, tetapi track record dan pelayanan yang diberikan tidak dapat mengakomodasi kebutuhan Anda.

Finmas bisa jadi salah satu pilihannya. Sejak 2018, fintech penyedia kredit online ini telah dipercaya masyarakat dan telah menyalurkan dana hingga Rp851 miliar. Selain itu, bunga yang diberikan juga relatif terjangkau dengan pendanaan mulai Rp500 ribu.

Sesuaikan Limit dengan Kemampuan Bayar

Tiap penyedia pinjaman online bunga rendah juga menawarkan berbagai limit dan produk pinjaman berbeda-beda. Untuk debitur baru, biasanya limit yang diberikan berkisar hingga 5 juta.

Namun, jangan tergiur untuk langsung meminjam dana dengan limit maksimal. Sesuaikan dengan kemampuan bayar Anda. Batas ideal maksimal utang sebaiknya adalah 30 persen dari total pendapatan yang dimiliki, tetapi hal ini juga perlu disesuaikan banyak hal.

Pertimbangkan juga kebutuhan Anda yang lainnya—terutama jika Anda punya banyak cicilan. Ajukan pinjaman sebutuhnya saja dan gunakan secara bijak untuk keperluan yang benar-benar mendesak. Disiplin terhadap diri sendiri akan membantu Anda menghindari berbagai risiko yang tidak diinginkan.

Pilih Tenor Terbaik

Tenor merupakan jangka waktu pelunasan pinjaman dana. Tenor aplikasi pinjaman online pun bermacam-macam, umumnya 1 hingga 12 bulan. Setiap pilihan tenor tersebut pun disertai syarat dan ketentuan masing-masing, seperti limit dan bunga pinjaman.

Perhitungkan dengan saksama besarnya total biaya yang harus Anda kembalikan dari masing-masing tenor tersebut. Seperti contoh, tenor 3 bulan menawarkan bunga 3,5%, sedangkan tenor 12 bulan menawarkan bunga 2,9%.

Sepintas, pinjaman online tenor panjang memang terlihat lebih ringan, tetapi jika dikalkulasikan totalnya, besar dana yang harus dikembalikan justru lebih besar dibandingkan tenor singkat.

Adapun faktor lain yang harus dipertimbangkan adalah cash flow. Anda mungkin ingin terburu-buru menyelesaikan utang pinjaman, tetapi jika dana terbatas (apalagi minim dana cadangan), maka cash flow keuangan dapat terganggu dan justru menjadi beban tambahan.

Hadirnya aplikasi pinjaman online bunga rendah menjadi salah satu alternatif untuk mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya terutama dari segi finansial. Namun, tiap calon debitur harus tetap bijak dan bertanggung jawab dalam memenuhi apa yang menjadi kesepakatan bersama.

Oleh karena itu, tiap calon debitur perlu membekali diri dengan berbagai pertimbangan sebelum mengajukan pinjaman. Selain itu, pastikan juga calon debitur telah menyiapkan hal-hal untuk meminimalkan risiko gagal bayar di kemudian hari.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.