STRATEGI DIGITAL LENDING : Finmas Jajaki Multiple Produk

STRATEGI DIGITAL LENDING : Finmas Jajaki Multiple Produk

26/04/2019

Bisnis, JAKARTA -- PT Oriente Mas Sejahtera (Finmas), platform teknologi finansial di segmen pinjaman langsung tunai atau digital lending Grup Sinar Mas, optimistis untuk memasarkan multiple produk.

Perseroan memilih strategi tersebut guna meningkatkan penetrasi di industri tekfin lending.

Presiden Direktur Finmas Peter Lydian mengatakan, di tengah industri digital lending yang hanya terkonsentrasi di pasar pembiayaan multiguna dan produktif, Finmas lebih memilih untuk menyasar keduanya.

Finmas agak berbeda. Kami menjadi wadah bagi nasabah untuk membentuk credit profile mereka sendiri. Klasifikasi ini untuk mempermudah bukan untuk membagi-bagi. Sehingga kami cut across beberapa macam produk,” ujarnya saat berkunjung ke redaksi Bisnis Indonesia, Rabu (24/4).

Saat ini, Finmas melayani emergency loan dengan tenor 20 hari - 6 bulan. Selain itu, Finmas juga menyediakan pinjaman untuk masyarakat yang tidak memiliki gaji tetap seperti pedagang.

SISTEM OFFLINE

Ke depannya, Finmas juga bakal membentuk produk khusus untuk kredit modal usaha UMKM. Finmas juga tengah menyiapkan produk baru dengan sistem offline yang direncanakan akan dirilis pada Juni 2019.

Kendati membidik pasar yang bervariasi, Peter meyakini hal itu tidak akan berpengaruh terhadap kenaikan nonperforming loan (NPL) karena setiap peminjam yang diberikan kredit oleh Finmas telah melalui serangkaian credit scoring yang ketat.

Di samping itu, menurutnya, perspektif NPL dari kaca mata tekfin sangat berbeda dengan perbankan.

Dia menuturkan, investasi di digital lending memang merupakan investasi yang berisiko tinggi. Untuk itu, perseroan selalu mengkurasi setiap pihak yang berminat menjadi lender.

Carilah lender yang paham risiko investasi. Investasi fintech risikonya sangat tinggi. Lender dan borrower adalah nasabah kami. Kami menyaring mana sih borrower yang masuk kriteria baik. Silakan lender lalu memutuskan,” katanya.

Peter menilai edukasi masyarakat menjadi poin utama dalam mengembangkan industri digital lending.

Finmas merupakan perusahaan digital lending patungan antara Oriente yang berbasis di Hong Kong dan Sinar Mas Group.

Pada 28 November 2018, Oriente mengumumkan, perusahaan telah menyelesaikan pendanaan putaran pertama sebesar US$105 juta. Pendanaan ini termasuk investasi dari para pendiri dan sekelompok perusahaan keluarga, termasuk anggota dalam Berjaya Group, JG Summit Holdings, Inc., dan Sinar Mas.

Pendanaan ini merupakan salah satu pendanaan terbesar yang dilakukan oleh Oriente di Asia, bahkan di industri tekfin di seluruh dunia. 

SUMBER : Bisnis.com
Ilustrasi Fintech. Dok: edgeverve.com